PEDULIRAKYAT.CO.ID, BULUKUMBA — Pimpinan Komisariat (PIKOM) Bahasa Inggris Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UMB) melaksanakan dialog kebudayaan. Berlangsung di Letcure Teather Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Bulukumba, Minggu (21/02/2021).
Kegiatan ini, mengangkat tema “IMM dan Kebudayaan. Dengan menghadirkan Narasumber antaranya, Syahril (Kabid SBO DPD IMM Sulsel Priode 2020-2022) dan Sunarti (Ketua Umum PC IMM Bulukumba Priode 2020-2021). Dan dihadiri oleh Pimpinan Komisariat (PIKOM) Se-UMB serta mahasiswa Secara umum di UMB.
Sekbid SBO PIKOM IMM Bahasa Inggris UMB, Muh. Aksan berharap bahwa dengan adanya kegiatan ini, agar mampu menambah pengetahuan kader IMM.
“Adanya kegiatan ini, kami berharap agar mampu menambah pengetahuan kita tentang budaya yang terdapat di daerah kita sendiri. Juga bagaimana mengetahui peranan kita di IMM dalam Kebudayaan yang ada di daerah kita terkhususnya di Sulsel itu sendiri,” harap Aksan.
Sementara itu, Kabid SBO PC IMM Bulukumba Muh. Aswar Akbar menyampaikan, bahwa kegiatan seperti ini sangat bagus ditingkatkan. Apalagi ini membahas persoalan kondisi juga secara objektif di SBO itu ketiga-tiganya mesti di kembangkan, baik seni, budaya dan olahraga.
“Semoga pasca kegiatan kemarin itu bisa menjadi sprit dan motivasi bagi kami khususya di SBO untuk melakukan tindaka-tindakan kongkrit di bidang seni budaya dan olarahga kedepanya,” ujar Aswar Akbar kepada pedulirakyat.co.id, Senin (22/2/2021).
Selain itu, Ketua Umum PC IMM Bulukumba, Sunarti mengungkapkan, budaya itu adalah ide-ide yang dijadikan action dan kemudian menjadi sebuah kebiasaan.
“Tidak semua Budaya harus kita apresiasi, tidak semua budaya harus kita lestarikan apabila budaya itu keluar dari syari’at Islam yang keluar dari ajaran Al-Qur’an dan Sunnah. Tapi hanya Budaya yang sesuai dengan Syariat Islam yang perlu kita lestarikan,” ungkap Sunarti.
Terakhir, Kabid SBO DPD IMM Sulsel Syahril menjelaskan bahwa Bidang SBO hadir tujuannya untuk melestarikan budaya-budaya Islam, budaya-budaya yang sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Karena tinjauan IMM terhadap budaya yang terdapat di Sulawesi Selatan itu sendiri, adalah budaya-budaya yang bersifat sebagai sebuah istilah-istilah yang selalu didengar.
“Seperti Budaya Siapakatau’ (saling menghargai, memanusiakan manusia), Budaya Siapakainge’ (Saling Mengingatkan), Budaya Siapakalebbi’ (saling memuji,saling mengasihi,saling membantu), Budaya Sipatokkong (Saling bekerjasama), Budaya Siri’ (Harga diri/rasa malu), Budaya Pacce/passe’ (Perikemanusiaan). Saya berharap semoga setelah kegiatan dialog ini, kedepanya ada karya-karya yang bisa diciptakan setiap cabang. Sebagai bukti kebuduyaan di Sulsel itu tetap hidup dan tidak terkikis oleh zaman dan bisa mencapai target sesuai yang di harapkan,” jelas Syahril.(Intan/RedaksiPeduli).


Tinggalkan Balasan