PEDULIRAKYAT.CO.ID, BULUKUMBA — Pimpinan Komisariat (PIKOM) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UMB), melaksanakan pembukaan Darul Arqam Dasar (DAD). Berlangsung di Aula Auditorium KH Ahmad Dahlan Kampus 2 UMB, Jumat (19/2/2021).
Diketahui, bahwa DAD merupakan perkaderan tingkat pertama IMM. Maka pada DAD ini diikuti peserta 47 orang, delegasi dari setiap jurusan yang ada di Universitas Muhammadiyah Bulukumba.
Ketua Panitia, A. Ferdi Anugrawan, ia mengharapkan agar DAD kali ini mampu melahirkan pemimpin baru, Abu bakar baru, Ali bin Abi Thalib Baru dan sahabat nabi yang lain.
“Kami harapakan semoga dengan adanya pengkaderan ini mampu melahirkan pemimpin baru, Abu bakar baru, Ali bin Abi Thalib Baru dan sahabat nabi yang lain,” harap Ferdi.
Semetara itu, Muh. Risal (Ketua Umum PIKOM IMM Fakultas Bahasa Indonesia UMB) mengungkapkan, bahwa tema yang diangkat kali ini merupakan pembacaan dari permasalah yang terjadi di Internal IMM. Internalisasi artinya penghayatan, maksudnya adalah penghayatan terhadap trilogi IMM, dengan tertanamnya trilogi IMM dalam tubuh kader akan menjadikan dia kader militan yang mampu beramar makruf nahi mungkar.
“Pesan saya untuk peserta bahwa tanamkan keikhlasan ketika mengikuti pengkaderan ini agar mampu bertahan dan berjuang,” ungkap Risal.
Selain itu, Ketua Umum Pimpinan Cabang (PC) IMM Kabupaten Bulukumba, Sunarti menyampaikan bahwa kepemimpinan adalah teladan, seperti yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW yaitu memberikan contoh yang baik bagi pengikutnya.
“Maka kita selaku kader IMM hal pertama yang dilakukan oleh kader IMM adalah memperbaiki Akhlak mahasiswa. Inilah tujuan utama kita sesuai dengan tujuan yang tertuang di AD/ART IMM. Saya berpesan jika kalian tidak berani berkorban maka kalian tidak akan mendapatkan apa-apa,” ujar Sunarti.
Adapun, Irfan, S.Pd., M.Pd (Wakil Rektor 3 UMB) ia menjelaskan tentang pengkaderan dan mengkader. Bahwa pengkaderan merupakan pelaksanaan sedangkan mengkader adalah membina, mementori. Mengkader berarti mencerdaskan, ketika di ibaratkan IMM itu seperti pohon besar yang ditempati seluruh mahasiswa untuk berteduh, dan pohon besar pula mampu melahirkan pohon-pohon baru yang tumbuh. Maka di bawah pohon yang rindang terdapat bibit-bibit unggul yang akan tumbuh dan perlu untuk dikawal.
“Saya ingin menyampaikan filosofi kehidupan, jangan berjalan di depanku karena nanti aku tak mampu menggapaimu, jangan pula berjalan di belakangku karena nanti aku meninggalkanmu. Tapi berjalanlah disampingku agar kita mampu berjalan beriringan mencapai visi dan misi besar kita,” jelas Irfan dalam sambutannya.
Terakhir, amanah dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Bulukumba, Tahir Sallatang menyampaikan amanahnya, bahwa ketika mengkader maka harus mampu melahirkan kader yang lebih baik dari yang mengkader.
“Alangka bahagianya kita ketika setelah mengkader mampu melahirkan kader yang lebih baik dari kita. Dalam persyarikatan Muhammadiyah kita membutuhkan kader yang militan agar mampu melanjutkan perjuangan. Perlu ketahui bahwa ada tiga kiat ketika kita ingin menjadi orang yang sukses, yang pertama adalah ikhlas, tertib, sabar,” tutupnya Tahir Sallatang.(Intan/RedaksiPeduli).


Tinggalkan Balasan