PEDULIRAKYAT.CO.ID, MAROS — Terbentuknya Nasyiatul Aisyiyah di Yogyakarta pada tanggal 28 Dzulhijjah 1349 H bertepatan dengan 16 Mei 1931 M, sebagai organisasi otonom Muhammadiyah gerakan putri Islam yang bergerak di bidang keagamaan, kemasyarakatan, keperempuanan dan pendidikan yang terbesar di Indonesia.

Sebagai gerakan remaja putri Islam, Nasyiatul Aisyiyah berkembang menjadi organisasi yang teratur dan tersebar di seluruh tanah air. Nasyiatul Aisyiyah juga memiliki program-program yang terencana, dan melahirkan kader-kader pejuang putri Islam yang akan menggantikan ibu-ibu Aisyiyah sesuai dengan tujuan dan cita-cita Muhammadiyah.

Dalam rangka mengembangkan Dakwah Nasyiatul Aisiyiyah di Kabupaten Maros, tentu wajib mengambil peranan dalam menyebar luaskan Dakwah tersebut hingga ke pelosok. Langkah tersebut dinilai sesuai dengan kondisi gerakan perempuan saat ini yang terjadi di Kabupaten Maros.

Peduli Rakyat menemui Ketua Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Maros Syakirah Syahrir, Sabtu (8/8/2020) untuk menceritakan kiprah dan perkembangan dakwahnya tersebut.

“Alhamdulilah kondisi dakwah saat ini menjadi tugas bersama sebab dengan berdakwah tentu ada strategi yang digunakan utamanya dalam menyampaikan dengan “Bihikmah” (bijaksana) sehingga dakwah ini tersampaikan kepada masyarakat,” tuturnya memulai.

Selain itu, ia melanjutkan bahwa di dalam berdakwah amar ma’ruf nahi mungkar, Nasyiah juga saat ini senantiasa bermitra dan bekerjasama dengan Organisasi Otonom Muhammadiyah lainnya sehingga mampu menopang seiring dan sejalan dalam menuguhkan dakwah tersebut hingga ke pelosok.

“Perkembangan dakwah Nasyiatul Aisyiyah saat ini Alhamdulillah sedkit demi sedikit mulai terlihat eksistensinya di kalangan masyarakat walaupun masih segelintir yang mengenal organisasi ini, namun kerja kerja kolaboratif yg dibangun membuat Nasyiah kmudian dikenal dikalangan masyarakat dalam prespektif dakwah kemanusiaan dan keperempuanan,” beber alumni Pondok Pesantren Putri Ummul Mukmini Aisyiyah Sulsel ini.

Dakwah ala Nasyiatul Aisyiyah

Perihal konsep dakwah Nasyiatul Aisiyiyah, gadis yang sehari-hari sebagai penyuluh di Dinas Perikanan Kab Maros menejelaskan bahwa organisasi yang ia pimpin itu lebih cenderung kepada isu perempuan dan anak jadi sebagai perempuan bagaimana memposisikan diri sebagai istri, sebagai ibu dan sebagai anggota masyarakat.

Selain itu pula senantiasa memberikan ruang kepada anggota yang sudah berkeluarga untuk tetap bisa aktif di Nasyiah meskipun harus membawa anak-anak mereka dalam setiap kegiatan karena Nasyiah memang organisasi yang ramah perempuan dan anak. “Semua itu tentu bertujuan mendakwahkan Islam hingga ke masyarakat lainnya,” tukasnya.

Tapi untuk saat ini lanjutnya, Nasyiah lebih kepada pemberdayaan dan peningkatan kualitas manusia indonesia khususnya perempuan perempuan indonesia.

“Dengan bnyak bersinergi di tengah pandemik misalnya mengajak anggota NA untuk ttp aktif berkarya dan berpenghasilan selama pandemi. Mengajak msyarakat untuk bergaya hdup sehat dan mnjaga ksehatan selama pandemi cntoh program yg sdh dilakukan sosialisasi ke masyarakat tentang edukasi kesehatan terkait covid.”

Lebih jauh Syakira melanjutkan, di sela sela kesibukannya juga selalu menyampaikan kepada rekan-rekannya agar tugas dakwah tetap dijalankan kapan dan dimanapun berada sehingga secara tidak langsung masyarakat akan menilai bahwa inilah kader pejuang militan Nasyiatul Aisyiyah.

Tanamkan Semangat Fastabiqul Khairat

Selaku perempuan, sosok yang selalu tampil semangat dalam melakukan gerakan dakwahnya baik itu di depan masyarakat di sekitarnya maupun bersama keluarga, dan itu merupakan ciri khasnya yang tertanam dalam dirinya sejak dini.

“Saya berusaha untuk senantiasa menyampaikan kebenaran kepada publik dan saya yakin Allah ta ‘ ala selalu bersama kita,” katanya.

Selain itu, ia selalu berpesan untuk senantiasa menanamkan semangat dalam berlomba – lomba dalam kebaikan yang bermuara kepada kepentingan ummat.

“Tentu kita hidup ada tujuan yang jelas sebab dengan tujuan yang jelas mampu menambah semangat untuk melakukan kebaikan dihadapan Allah ta ‘ala dalam agar aktivitas kita bernilai Ibadah,” tambahnya.(Amri)

Stay connect With Us :