PEDULIRAKYAT.CO.ID, BONE — Salah satu guru honorer di Kabupaten Bone Haris minta kepada pemerintah agar tetap digaji meskipun anak sekolah diliburkan.
​
Haris mengatakan bahwa gaji guru honorer hanya 10 ribu per jam ketika sedang Proses Belajar Mengajar (PMB).
​
​”Itu pun dihitung jam tatap muka, jadi kalau tidak masuk sekolah/libur seperti saat ini gaji tidak diterima. Padahal dalam kondisi seperti ini kami sebagai guru juga tetap melaksanakan PBM di rumah bersama seluruh siswa dengan menggunakan Vidiokonferensi,” kata Haris sesuai keterangan rilisnya, Minggu (29/3/2020).
​
​Lebih lanjut Haris, bahwa sebagai Guru Honor meminta kepada pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel tetap mengeluarkan kebijakan terkait nasib guru honorer.
​
“Karena saat ini kondisi kami sangat terkatung katung, kami juga punya keluarga dan banyak kebutuhan kami. Mohon kiranya bapak kepala dinas memperhatikan itu, kami juga sudah ber komunikasi ke kepala sekolah yang saya tempati mengajar. Tapi kepala sekolahpun memberikan jawaban dilematis. Sabar saja, semoga ada kebijakan dari pemerintah, kata kepala sekolah kami,” jelasnya. ​
​
​”Sekadar mengingatkan bahwa kami seluruh guru honorer Tingkat SMA/SMK yang di bawah naungan Dinas Pendidikan Sulsel sampai saat ini belum menerima gaji di tahun 2020,” tutupnya.(rls)

Stay connect With Us :