PEDULIRAKYAT.CO.ID, BULUKUMBA — Sempat viral pemberitaan atas tuduhan kepada Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 3 Kasimpureng Kabupaten Bulukumba, bahwa Kepsek sudah mengatakan di waktu rapat “lebih baik sekolah di SLB”, tapi itu tidak benar alias hoax.

Terbukti saat redaksi konfirmasi ke tim Satgas, dan tim satgas mengarahkan untuk konfirmasi langsung kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bulukumba, Andi Buyung Saputra.

Andi Buyung Saputra, menyampaikan bahwa hasil BAP dan penelusuran satgas secara konprehensif, didapatkan kesimpulan bahwa kepala sekolah tidak pernah menyampaikan seperti di tuduhkan.

“Salah seorang oknum guru menyimpulkan sendiri dan menyampaikan ke ortu/wali anak tersebut bahwa kepala sekolah mengatakan hal yang dianggap polemik,” kata Andi Buyung, dalam keterangannya Selasa 13 Januari 2025.

Lanjut disampaikan Andi Buyung, setelah dipertemukan dengan kepala sekolah, oknum guru itu mengakui bahwa dia sendiri tidak pernah mendengar langsung kepsek mengatakan bullying, dan siap melakukan klarifikasi ke ortu/wali anak yang dimaksud.

“Sebaiknya sebagai pendidik bijak menyampaikan informasi kepada ortu/wali agar tidak terjadi polemik yang belum bisa dikonfirmasi kebenarannya,” tutupnya.

Terpisah, setelah dipertemukan di Satgas Dinas Pendidikan Bulukumba, redaksi konfirmasi baik kepada oknum guru maupun ke Kepsek SDN 3 Kasimpureng.

Suasana saat usai dipertemukan antara oknum ibu guru dan bapak Kepsek SDN Kasimpureng Bulukumba

Muhammad Arifin, Kepsek SDN 3 Kasimpureng menyampaikan bahwa sudah terbukti, oknum guru tersebut mengakui kesalahannya dan sudah minta maaf.

“Memang oknum guru itu memberikan informasi kepada orang tua siswa tidak benar. Tapi setelah kami dipertemukan di Satgas Dinas Pendidikan Bulukumba sama oknum guru itu, maka oknum guru itu minta maaf dan mengakui kesalahannya,” ujar Arifin.

Selain itu, oknum guru mengucapkan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi di Bulukumba. “Saya minta maaf pak, mungkin saya salah dengar, tapi benar pak sudah saya dipertemukan di Satgas Dinas Pendidikan Bulukumba dan saya mengakui kesalahan saya dan minta maaf langsung ke pak Kepsek,” ungkapnya.

Jadi, sebagai kesimpulan bahwa tuduhan kepada Kepala Sekolah SDN 3 Kasimpureng Bulukumba itu tidak benar. Maka perlunya, baik kepada kawan-kawan aktivis maupun kawan-kawan media di Kabupaten Bulukumba sebelum informasi menjadi konsumsi publik, maka benar-benar harus dipastikan kebenarannya, supaya tidak saling merugikan.

Stay connect With Us :