(Aku Generasi Unggul Kebanggaan Bangsa Indonesia)

Oleh: Muh. Basri Lampe, S.H (Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Hukum Universitas Al-Azhar Indonesia Jakarta Angkatan 2020)

PEDULIRAKYAT.CO.ID — Seperti yang sudah diketahui oleh banyak orang dimana ketika kita mampu untuk bisa berkuliah di perguruan tinggi baik negeri maupun swasta, itu adalah sesuatu hal yang luar biasa karena kita bisa dianggap oleh banyak orang sebagai orang yang pekah terhadap pendidikan. Juga kita sebagai generasi harus percaya diri bahwa kita ini adalah salah satu generasu unggul kebangsaan Indonesia. Maka kita harus buktikan bahwa kita bisa berbuat suatu hal untuk kepentingan bangsa dan Negara kita cintai ini, dengan melanjutkan studi di bidang apapun itu sesuai kapasitas dan potensi yang kita miliki.

Perlu saya sampaikan perjalanan saya bisa diterima di perguruan tinggi saya mengalami banyak sekali hambatan dan kegagalan. Kegagalan yang saya rasakan adalah ketika saya mendaftar pertama di UAI saya sempat dapat pengumuman bahwa saya tidak lulus. Tapi setelah melihat pengumuman itu kemudian saya komunikasi pihak panitia penerima mahasiswa baru dan dia meminta saya untuk melakukan tes ulang. Sehingga saya tes ulang dan menunggu pengumuman sampai satu Minggu, pada saat melihat pengumuman Alhamdulillah saya dianyatakan lulus.

Pada saat itu saya melihat pengumuman bahwa saya tidak lulus akan tetapi saya bertekad untuk bisa lebih baik lagi dan ingin mencapai target saya yaitu bisa kuliah di perguruan tinggi negeri namun masih diberikan kesempatan oleh panitia penerima mahasiswa baru dan saya tes kembali akhirnya lulus. Saya berangggapan bahwa suatu kegagalan itu adalah langkah awal untuk mencapai sebuah kesuksesan dan ketika mengalami kegagalan kita tidak boleh pesimis dan patah semangat, agar tetap mencapai apa yang dicita-citakan. Lalu soal kulliah di perguruan tinggi negeri dan suasta saya kira sama saja karena sama-sama perguruan tinggi yang masing-masing menyediakan prodi-prodi yang berkualitas yang dibutuhkan oleh para pendaftar di perguruan tinggi tersebut.

Jadi perguruan tinggi negeri bukanlah sebuah keniscahayaan bahwa kita kulliah di pereguruan tinggi negeri maka akan menjamin bahwa akan lebih baik masa depan kita. Karena bebebrapa contoh teman-teman kami yang kulliah diperguruan tinggi negeri, tidak sedkit yang terkendala kulliahnya bahkan sampai di Drop Out (DO). Maka sempat menanyakan kepada mereka, bahwa apa sih kendalanya sehigga kulliah kalian bermasalah. Mereka menjawab, bahwa kami terkendala kulliahnya karena malas mengikuti proses perkuliahan aliyas sering bolos. Maka selaku mahasiswa dimanapun kulliah baik di perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta tidak boleh kita malas-malasan mengikuti proses perkuliahan. Kita tidak boleh beranggapan ketika sudah kulliah di perguruan tinggi negeri, kita sudah hebat ataukah merasa hebat daripada mahasiswa yang kulliah di perguruan tinggi swasta.

Juga kepada mahasiswa yang kuliah di perguruan tinggi swasta tidak boleh pesimis ataukah merasa rendah daripada mahasiswa yang kulliah di perguruan tinggi negeri. Selaku mahasiswa adalah semua punya hak dan tanggungjawab untuk memajukan bangsa Indonesia yang kita cintai ini. Seperti pendahulu kita yaitu founding father yang memperjungkan Bangsa Indonesia sehingga bisa merdeka dari penjajahan oleh bangsa lain, untuk mencapai puncak kemerdekaan Bangsa Indonesia pada founding father kita telah semangat mengorbankan jiwa dan raganya demi kemerdekaan Indonesia. Untuk itu selaku mahasiswa baik yang kulliah di perguruan tinggi negeri maupun yang kulliah di perguruang tinggi swasta, harus semngat belajar demi mencapai apa yang dicita-citakan.

Kita ketahui bersama bahwa semua orang punya potensi, tergantung mereka mau kembangkan potensi itu atau tidak. Untuk mengembangkan terus potensi yang kita miliki, maka kita harus terus belajar, belajar, dan belajar. Juga saya percaya diri bahwa apa yang saya cita-citakan akan tercapai selama saya bersunggu-sungguh. Seperti dalam hadist “Man Jada wajada” bahwa barang siapa yang bersungguh-sungguh maka dia akan mendapatkannya. Motivasi dari perkataan tersebut bahwa kita selaku mahasiswa harus sungguh-sungguh belajar. Karena orang yang sunggu-sungguh belajar akan mendapatkan ilmu apa yang pelajari tersebut. Bukan hanya kita belajar langsung, kita baru berniat saja untuk berangkat belajar atau menuntut ilmu kita sudah mendapatkan pahala, karena itu hadist rasulullah. Bahwa seseorang yang baru saja berniat untuk belajar sudah mendaptkan pahala apa lagi kalau sering belajar dan belajar.

Seperti yang saya alami bahwa saya pernah diremehkan oleh orang lain termasuk tetangga kami, dia menilai saya bahwa saya melanjutkan pendidikan saya karena hanya banyak gadis-gadis cantik di sekolah. Waktu itu saya baru mau lanjut di SMA, dan salah satu dasar saya semangat untuk melanjukan pendidikan karena ada yang remehkan saya. Sehingga saya buktikan apa yang menjadi keraguan mereka bahwa saya lanjut sekolah karena banyaknya gadis-gadis cantik dan itu akan saya pacari mereka. Tapi saya buktikan bahwa saya tidak seperti itu apa yang dia ragukan kepada saya dan akhirnya saya bisa selesai dengan baik dan berpretasi. Maka selesainya saya di bangku SMA saya tidak berhenti sampai disitu karena saya masih haus menuntut ilmu atau melanjutkan pendidikan saya di perguruan tinggi swasta yaitu di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar prodi Ilmu Hukum Fakultas Hukum yang memiliki akreditasi A.

Sehingga orang yang pernah meremehkan saya tidak bisa lagi meremehkan saya karena saya bantahkan keraguannya dengan prestasi, baik dari segi ilmu keagamaan, intelektual maupun ilmu kemasyrakatan atau humanitas terhadap masyarakat sekitar. Karena selama jadi Mahasiswa saya banyak aktivitas baik di dalam kampus melalui organisasi internal kampus yaitu Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) maupun aktivitas di luar kampus melalui berbagai organisasi yang saya masuki. Seperti organisasi daerah (Organda) maupun organisasi kemahasiswaan lainnya yang di luar kampus atau eksternal, yaitu di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Maka selain belajar di kampus khususnya diajar langsusng oleh dosen, saya belajar juga di luar kampus khususnya di IMM dan disitulah saya dapat ilmu keagamaan bahwa bagaimana kita selaku Mahasiswa adalah asset besar Negara di masa depan. Juga peran mahasiswa adalah agent of change dan social control artinya bahwa mahasiswa adalah perubahan menuju ke arah yang lebih baik dan akan memberikan manfaat serta menjadi pengontrol untuk dirinya sendiri, orang tua, teman-teman, masyarakat dan untuk Negara.

Dengan peran-peran itulah sehingga mahasiswa penting mempelajari ilmu agama, karena dengan mempelajari ilmu agama yaitu bagaimana itu Islam yang sebenarnya dan wajib hukumnya kita pelajari agama Islam karena itu adalah agama kita. Maka dengan bergabungnya saya di IMM saya bisa mengetahui Islam yang sebenarnya bahwa selaku umat yang beragama harus kita menjaga akidah kita dan ahklak yang baik.

Selain daripada ilmu agama, juga saya telah diajarkan intelektual bahwa seorang mahasiswa harus memiliki intelektul yang tidak diragukan lagi oleh orang lain, artinya bahwa seorang mahasiswa harus punya nilai yang lebih daripda bukan seorang mahasiswa. Sadar atas hak dan tanggung jawabnya bahwa seorang mahasiswa tidak bisa hanya tinggal diam harus mengeluarkan potensi yang dia miliki bagaimana bisa membaca dan membaca. Bukan hanya membaca buku tapi juga perlu membaca sitasi dan kondisi agar terbukti bahwa mahasiswa tersebut adalah mahasiswa yang beintelektual. Bukan hanya dua hal yang perlu dimiliki mahasiswa hanya ilmu keagamaan dan ilmu intelektual tapi mahasiswa juga perlu punya ilmu tentang kemasyarakatan atau humanitas artinya bagaimana hubungan mahasiswa terhadap masyarakat. Bahwa mahasiswa harus punya kepekaan terhadap kondisi social, karena untuk membuktikan ilmu agama dan intelektual mahasiswa itu, maka akan dilihat bagaimana kepekaan atas kondisi masyarakat yang terjadi.

Perlu kita ketahui bersama bahwa selaku mahasiswa penting memberikan kepastian terhadap seluruh masyarakat untuk mendapatkan keadilan karena tanpa kepastian maka keadilan tidak akan tercapai. Melalui essay ini saya buat untuk beasiswa unggulan 2020 karena saya masih semangat melanjutkan pendidikan saya yaitu di UAI Jakarta S2 prodi Pascasarjana Ilmu Hukum. Semoga saya dapat menerima beasiswa unggulan oleh program kemendikbud demi kelancaran proses perkuliahan saya, karena pada dasarnya saya terbatas ekonomi saya tapi saya semangat melanjutkan pendidikan saya demi kepentingan bangsa dan negara indonesia yang kita cintai.

Saya lanjut di prodi Pascasarjana Ilmu Hukum karena memang pada dasarnya S1 saya adalah Ilmu Hukum, tentunya bicara soal hokum pasti dipikiran orang bahwa suatu aturan yang harus dipatuhi dan memang Negara kita ini adalah Negara hokum maka semua orang harus taat terhadap aturan yang berlaku. Bukan hanya masyarkayat jelata atau masyarakat miskin yang harus taat terhadap aturan yang berlaku presidenpun harus taat terhadap aturan yang berlaku, karena Presiden juga adalah orang dan semua orang sama di mata hukum sesuai asas hokum “Equality Before The law”. Akan tetapi pada faktanya yang terjadi saat ini belum lah ditegakkan hukum yang sebenar-benarnya, seperti yang kita baca di beberapa media ketika ada pelanggaran antara orang miskin dan orang kaya masih saja berpihak terhadap orang kaya.

Sehingga saat ini hukum di Indonesia mendapat julukan “Tajam ke bawah tumpul ke atas” oleh karena itulah saya belajar di fakultas hukum dimana nantinya saya bisa mengubah julukan itu dan menjadikan hukum sebagai alat keadilan yang betul-betul adil seperti yang seharusnya. Sejujurnya saya sangat sedih sekali melihat kondisi hukum Negara ini, karena Negara Indonesia dijuluki Negara hukum tetapi hukumnya sendiri pun masih sangat buruk sehingga tidak tercermin sebagai Negara hukum. Negeri ini punya banyak sekali orang-orang pintar, tetapi hanya sedikit dari mereka yang peduli terhadap Negara ini khususnya di dalam bidang hukum.

Untuk itu saya ingin sekali memperbaiki semua itu kedepannya supaya hukum di negeri ini berjalan seperti apa mestinya dan membuat sebuah dampak yang positif bagi Negara Indonesia. Semua itu memang tidaklah mudah tapi saya tetap percaya dan yakin bahwa saya bisa menjadi orang yang membawa perubahan pada dunia hukum yang ada di Indonesia, maka dari itu saya terus berusaha semaksimal mungkin dalam mempelajari ilmu-ilmu tentang hukum. Dalam perjalanan saya mempelajari ilmu hukum, saya tidak hanya belajar dari buku panduan saja melainkan mencoba mencari tahu hala-hal yang berkaitan dengan hukum yang sedang populer atau viral, hal itu saya lakukan supaya saya tidak tertinggal informasi.

Kemudian saya juga mencoba intens berdiskusi dengan teman-teman profesi hukum untuk membahas topik-topik mengenai hukum, hal itu saya lakukan suapaya mengetahui apa tanggapan mereka terhadap topik yang dibicarakan. Selain berdiskusi saya juga mencoba bersosialisasi dengan lingkung sekitar untuk peduli terhadap lingkungan sekitar, hal itu saya lakukan supaya menjadi kebiasaan menjadi peduli lingkungan. Karena mahasiswa selain peduli terhadap masyarkat juga harus peduli terhadap lingkungan sekitar, apa lagi seoramng mahasiswa hukum, maka tidak lagi diragukan soal kepekaan sosial atau terhadap lingkungan itu sendiri.

Demikianlah artikel ini saya tulis semoga bermanfaat. Artikel ini saya tulis Tahun 2020 sebagai persyaratan untuk menda[atkan Beasiswa Unggulan.

“Billahi Fii Sabilihaq Fastabiqul Khaerat” 

Stay connect With Us :