PEDULIRAKYAT.CO.ID, PALEMBANG — Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palembang mengadakan Pra DAD (Darul Arqam Dasar) dengan tema: “Membumikan gerakan dakwah amar makhruf nahi mungkar menuju Ikatan yang progresif” yang dilangsungkan, Sabtu (27/02/2021) Pukul 08.30-11.45 WIB. melalui aplikasi Zoom Meeting secara daring dan luar jaringan (luring) di Laboratorium AIK Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palembang.
Agenda tersebut, yang dinahkodai ketua pelaksana Rindu Aji menghadirkan narasumber diantaranya pemateri pertama oleh Supri Nur Isnaini, S.T membahas substansi mengenai “Mengapa Harus Berorganisasi”, sedangkan pemateri kedua oleh Aan Fibriansyah, S.T menjelaskan substansi tentang “Motivasi dan Kisah Sukses Alumni”.
“Pra DAD bertujuan untuk pembekalan calon peserta DAD, memberikan pemahaman tentang DAD, mencapai kualifikasi calon perserta DAD yang mempunyai kualitas dan militan. Membentuk calon kader yang berjiwa dan berkepribadian pendakwah dalam mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya serta mengembalikan dan menguatkan ruh jihad kader IMM dalam mengemban misi dakwah,” ucap Aji kepada pedulirakyat.co.id, Sabtu, (27/02/2021).
Rinda Anggraini, Ketua Umum PK IMM FT UM Palembang mengatakan setelah Pra DAD ini tentunya berharap kegiatan ini dapat menjadi motivasi awal bagi IMM Universitas Muhammadiyah Palembang untuk meningkatkan kontribusi konstruktifnya di tengah percaturan sosial politik mahasiswa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sementara itu, Dr. Sayyid Habibburahman, S.Ag. M.Pd.I selaku Wakil Dekan IV FT UM Palembang dalam sambutan mewakili Dekan mengatakan, kegiatan ini salah satu unsur untuk penguatan dakwah dalam persyarikatan. IMM ortom yang perkaderannya luar biasa karena membawahi semua mahasiswa Muhammadiyah se-Indonesia dan salah satu misinya adalah dakwah.
Dan dakwah ini adalah salah satu strategi Rasulullah SAW untuk mengembangkan umat yang kuat. Kalau dilihat sejarah dari pada perjuangan Rasulullah SAW bagai mana metode-metode dakwah yang digunakan dalam Al-Quran disebutkan Allah memberikan sebuah bentuk metode berdakwah mauizah al-hasanah dengan bentuk perilaku-perilaku yang baik.
“Dakwah tidak mesti berceramah, tidak mesti harus memerangi orang-orang kafir, dakwah itu menyampaikan sebuah kebaikan yang ada dalam diri kita, kepada seseorang yang orang tersebut akan berubah dengan bentuk pengajakan kita. Dan dakwah itu bisa saja berupa ajakan, pembinaan, pengajaran, tinggal bagai mana metode kita menyampaikan dakwah dengan baik, begitu juga Rasulullah SAW menyampaikan dakwah tidak pernah kasar-kasar tetapi dengan perilaku baik dengan al-hasanah,” jelas Ayahanda Sayid. (Prel/Yulianto/RedaksiPeduli).


Tinggalkan Balasan