PEDULIRAKYAT.CO.ID, CIANJUR — Aliansi Peduli Lingkungan dan Sesama menggelar kunjungan sekaligus penyerahan bantuan ke Karawang dan Subang, Kamis (25/02). Kunjungan diikuti oleh perwakilan daripada komunitas penggiat alam se-Cianjur.
Adi Ramdani, Koordinator Lapangan menjelaskan bahwa kunjungan ini adalah bentuk kerjasama antar komunitas penggiat alam se-Cianjur, antara lain; Shelter, Generasi Penggiat Alam Rimba, Alas Bushcraft, Atap Rumah, Kawan Sejalan, Indonesia Casual Walkers, Baraya Pendaki Cianjur, dan Employee Adventure.
“Aliansi ini adalah kumpulan dari beberapa komunitas yang memiliki tujuan yang sama, yakni kemanusiaan dan ini merupakan wujud sinergitas antar komunitas,” terangnya.
Ia juga menambahkan, bahwa pengennya bantuan yang diberikan ini dapat tersalurkan dengan merata.
“Kami menginginkan elemen masyarakat dapat menerima semuanya bantuan hasil penggalangan dana sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama,” tambahnya.
Senada dengan itu, Lutvy Kurniawan selaku Ketua Pelaksana, mengatakan, donasi yang datang tidaklah besar.
“Untuk donasi sendiri, kami tidak bisa memberi besar. Tapi, semoga bisa membantu warga yang terdampak banjir,” ujarnya.
Sementara itu, Maman yang bertugas sebagai RT menyampaikan terimakasih atas kunjungan Aliansi Peduli Lingkungan dan Sesama.
“Saya ucapkan terima kasih sudah datang dikampung Rengasepuluh RT 05, desa Parungsari. Saya sangat bergembira kedatangannya untuk membantu masyarakat,” ucapnya.
Menurut data yang dapatkan, banjir di Karawang, mulai terjadi sejak 7 Februari, ketinggian airnya mencapai 2 meter, dan mengakibatkan desa Parungsari terendam, terkecuali 2 rumah, direnakan bangunannya yang tinggi. Pada gelombang yang kedua, tanggal 19 sampai 22 Februari, hampir semua terendam air, sehingga akses jalan sulit ditempuh. Kerugian pertanian tak bisa terlewatkan, sekitar 15 hektar sawah yang siap panen ikut terkena dampaknya, belum lagi yang baru mekarnya.
Kunjungan yang selanjutnya ke desa Pamanukan, Subang, ketinggian airnya tidaklah jauh berbeda dengan desa Parungsari, volume nya menaik hingga ke atap rumah, sebanyak 800 rumah terendam, kebanyakan mengunsi di jembatan layang jalur pantura, dan ada juga yang tetap di wilayahnya. (Zidan/RedaksiPeduli).
Kontributor Cianjur: Zidan Fathur Rahman


Tinggalkan Balasan