PEDULIRAKYAT.CO.ID, OKU TIMUR — Sukses menyelenggarakan Darul Arqam Dasar (DAD) Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah OKU Timur Sumsel berhasil membentuk 2 komisariat IMM sebagai pondasi lahirnya IMM dalam melahirkan 1 komisariat lagi sebagai syarat terbentuknya Pimpinan Cabang (PC) IMM OKUT. Kegiatan penutupan acara tersebut berlangsung di Pondok pesantren Yatim Piatu Al-Furqon Lubuk Harjo, Belitang Madang Raya (BMR) pada Selasa (23/02/2021).
Kegiatan yang melahirkan struktur Badan Pimpian Harian (BPH) IMM dari ketua umum, sekretaris umum, bendahara umum hingga bidang-bidang inti IMM. Ada 2 komisariat IMM yang dibentuk yakni, Pimpinan Komisariat (PK) IMM PGSD STKIP Muhammadiyah OKU Timur dengan Ketua Umum terpilih oleh IMMawati Riska Febriyanti dan PK IMM Matematika STKIP Muhammadiyah OKU Timur dengan Ketua Umum IMMawan M. Vicky Bagas Saputra.
Dalam acara ini langsung di tutup oleh Ayahanda Prioyitno, S.Pd., MM. selaku ketua PDM OKU Timur, dan dihadiri langsung oleh ketua STKIP Muhammadiyah OKU Timur Bapak Didi Franzhardi, M.Pd, serta Beni Tanagus, SKM selaku alumni IMM.
Didi Franzhardi, M.Pd, selaku Ketua Muhammadiyah OKU Timur, mengucapkan terima kasih banyak kepada segenap panitia, tim instruktur, dan pihak pondok pesantren atas kontribusinya dalam menyukseskan acara DAD IMM ini. DAD STKIP Muhammadiyah OKU Timur ini menghasilkan membentuk Pimpinan Komisariat (PK) IMM PGSD STKIP Muhammadiyah OKU Timur dan PK IMM Matematika STKIP Muhammadiyah OKU Timur.
“Nantinya kita akan segera meminta SK untuk dilantik, dan rencananya nanti akan diadakan DAD lagi setelah open recruitment dalam rangka membentuk 1 komisariat lagi hingga terbentuklah PC IMM di OKU Timur,” ujar Didi kepada pedulirakyat.co.id, Selasa (23-02-2021).
Sementara itu, Prioyitno, S.Pd., MM, selaku ketua PDM OKU Timur dalam sambutannya mengatakan Muhammadiyah melalui IMM ini nanti akan dibentuk menjadi generasi yang militan. Karena harus militannya digodok melalui perkaderan dasar dulu, yaitu Darul Arqam Dasar, karena ini menjadi dasar militansi di organisasi Muhammadiyah.
“Saudara-saudara nanti menjadi ujung tombok dari organisasi ini apalagi lahirnya dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Darul Arqam Dasar bukan kita ngarang-ngarang ada sejarahnya, saat nabi Muhammad SAW. menempa generasi awal Islam pertama untuk mengikuti Darul Arqam seperti Abu Bakar, Ali Abu Thalib, Siti Khotijah, Saad bin Abi Waqas dan sebagainya,” kata Prioyitno.
“Tadi saya dengar dari mas Beni Tanagus ada perkaderan utama dasar, madya, paripurna, jadi kalau dalam bahasa jawa itu Purwo, madyo, lan wusono yaitu pertama atau dasar, madya, dan paripurna dalam perkaderan yang harus diikuti,” tambahnya Ketua PDM OKUT tersebut.
Lanjut Prioyitno, karena ini dilahirkan dari IMM melalui perkaderan yang militansi tadi, ini merupakan milik Muhammadiyah organisasi yang besar memiliki semboyan “sepi ing pamrih rame ing gawe”.
“Dari Pak KH. Ahmad Dahlan yang bermaksud, kita ini berkerja keras tidak mempunyai pamrih yang penting kita berkerja dengan ikhlas. Karena kita berjuang menegakkan agama Allah amar makruf nahi mungkar, yang paling berat itu nahi mungkar kalau amar makruf itu semua bisa siapa saja bisa,” tutupnya. (Prel/Yulianto/RedaksiPeduli).


Tinggalkan Balasan