PEDULIRAKYAT.CO.ID, SUMOWONO — Adanya pandemi covid-19 pada dasarnya tidak berpengaruh atas kultur ketahanan pangan bagi warga desa wilayah Kec.Sumowono – Kab.Semarang. Hal ini dikarenakan masyarakat desa daerah setempat merupakan kultur kehidupannya rata-rata sebagai petani. Ditambah dengan lingkup daerahnya berhawa dingin dan sejuk dibawah lereng gunung Ungaran yang masih rindang nan hijau. Serta masih menjaga eksistensi norma-norma kaluhuran leluhurnya yang meliputi kultur norma budaya daerah setempat maupun agama.

Disamping itu, menurut Danramil 10/Sumowono, Kapten Chb. Noor Rofiq mengatakan, bahwa kuncinya dari kultur tersebut adalah sinergitas dan komunikasi antara masyarakat desa bersama dengan para pemimpin institusi daerah setempat, baik itu tingkat Kecamatan, Kelurahan/desa maupun aparat hukum, baik itu pihak Koramil, Polsek dan satuan lembaga terkait lainnya senantiasa terjaga dengan baik.

“Jadi sinergitas dan komunikasi antara masyarakat desa dengan institusi atau lembaga terkait dapat terjaga dengan baik, merupakan kuncinya. Dan soal pandemi covid-19 sebenarnya tidak begitu berpengaruh bagi warga masyarakat desa, yang aktivitasnya rata-rata sebagai petani. Bahkan ketahanan panganpun masih stabil dan tetap berjalan,” ucap Danramil 10 saat telewawancara melalui WA dengan Jurnalis PEDULIRAKYAT.CO.ID.

Perlu diketahui, dari kultur masyarakat desa yang ada di wilayah Kec.Sumowono meliputi 16 Desa. Telah terbentuk dan terwadahi sebuah tempat jalinan komunikasi yang dapat memberikan jalan keluar atau win solusi, serta juga dapat membangun keselarasan, kebersamaan dan gotong royong. Adapun jalinan komunikasi itu, yakni Forum komunikasi pimpinan kecamatan (Forkompincam).

Dari hal itu telah banyak diapresiasikan sebuah dalam wujud nyata, baik itu dalam sosialisasi percepatan penanganan covid-19, penyemprotan, penyuluhan, patroli bersama Babinsa-Babinkamtimas (Koramil&Polsek, red), pendampingan penyaluran bakti sosial sembako bagi warga kurang mampu dan yang terdampak Covid-19 dll.

Oleh karenanya, intensitas keaktifan masyarakat desa daerah wilayah tersebut soal ketahanan pangan dari hasil pertanian maupun perkebunan tidak terpengaruhi atas pandemi covid-19. Dan sirkulasinya tetap berjalan, terjaga dan normal.(Tri)

Stay connect With Us :