PEDULIRAKYAT.CO.ID, BONE — Aksi damai menuntut klarifikasi dan permohonan maaf Camat Kecamatan Salomekko senin 04 Mei 2020.

Hal ini adalah dampak dari pernyataan Camat Kecamatan Salomekko Kabupaten Bone yang menyinggung perasaan masyarakat Kecamatan Salomekko khususnya para pemuda Salomekko pada saat terjadi razia balapan liar pekan lalu.

Olehnya itu pemuda salomekko berinisiatif mengambil langkah untuk meminta klarifikasi kepada pihak yang bernarasi ketidak manusiawi.

Andi Awal sebagai koordinator aksi menjelaskan bahwa Budaya masyarakat BONE menjujung tinggi mengenai sistem norma dan adat berdasarkan lima unsur pokok masing-masing: ade, bicara ,rapang, wari, dan sara sebagai satu kesatuan organis dalam pikiran masyarakatyang memberi rasa harga diri serta martabat dari pribadi masing-masing.

Semuanya itu terkandung dalam satu konsep yang disebut “SIRI” yang merupakan integral dari lima unsur pokok tersebut diatas yakni pengadereng (norma adat), untuk mewujudkan nilai pengadereng maka rakyat bone memiliki sekaligus mengamalkan semangat budaya, SIPAKATAU, SIPAKALEBBI dan SIPAKAINGE.

Di tambahkan sekertaris aksi Muh Adli, bukan tidak menaati himbauan pemerintah hanya saja hati nurani kami terpanggil. Dan pemimpin adalah keperibadian seseorang yang menyebabkan sekelompok orang lain mencontoh atau mengikutinya serta akan memimpin, membimbing, mempengaruhi pikiran, perasaan, atau tingkah laku orang lain.

Adapun tuntutan Aksi Damai ini:
1. Meminta oknum mengklarifikasi pernyataan yang tidak manusiawi (TEL*SO).
2. Meminta oknum meminta maaf kepada masyarakat bone pada umumnya dan salomekko pada khususnya secara publik.
3. Meminta penjelasan dan trasparansi atas pengiriman motor ke polres Kabupaten Bone karena adanya indikasi bahwa arahan pemerintah setempat tanpa adanya pembinaan terlebih dahulu. (Rls/red)

Stay connect With Us :