PEDULIRAKYAT.CO.ID, BULUKUMBA — Memasuki masa Pesta Demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, sebagai negara dengan beragam budaya, agama, dan suku, HMI Cabang Bulukumba memiliki tantangan besar dalam menjaga persatuan dan kesatuan sebelum, selama proses dan setelah proses pemilihan Kepala Daerah Berlansung.
Selaku Pengurus HMI Cabang Bulukumba Asdar Melihat Potensi Pelanggaran Pilkada Cukup Tinggi mengingat pilkada adalah Pemilihan yang geografisnya bicara soal lokalistik Pemimpin.
Data yang dihimpun Menurut bawaslu Sulsel 43 kasus ini ditangani bersama Sentra Gakkumdu dengan variabel terjadinya pelanggaran netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN), keterlibatan kepala desa berkampanye yang dilibatkan oleh pada saat pemilu lalu.
“Kami berharap Pilkada yang damai bukan hanya menjadi tugas pemerintah, penyelenggara. Tapi Kami Sebagai Mahasiswa yang terhimpun dalam organisasi HMI secara kelembagaan, juga punya tanggung jawab dan bersama seluruh warga negara Indonesia,” kata Asdar sesuai keterangan rilisnya, Rabu (10/7/2024).
Lanjut, dikatakan Asdar, bahwa sekaitan dengan netralitas pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi fokus perbincangan yang sensitif di masyarakat. Karena partisipasi Pemilih pemula yang menjadi tolak ukur untuk menyukseskan Pilkada. Sehingga menjadi harapan besar dalam kesuksesan pilkada ini, bagaimana selayaknya ASN terbebas dari suhu intervensi politik praktis, tidak menjadi bagian pengurus bahkan menjadi simpatisan pun merupakan hal terlarang.
“Saya berharap Bawaslu,KASN dan Kemendagri Menindak tegas Aparatur sipil negara yang terlibat dalam cawe cawe untuk memenangkan Kandidat tertentu. Serta Saya meminta masyarakat untuk aktif datang Ke TPS terdekat agar terlibat dalam Pemilihan Kepala daerah serta menjaga Kondusifitas pilkada agar tetap Berjalan dengan damai,” kata Asdar.


Tinggalkan Balasan