PEDULIRAKYAT.CO.ID, GOWA — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gowa raya lakukan Dialog Lingkungan Hidup yang bertajuk “Carut Marut dan Dilema Legalitas Tambang di Kab Gowa” bertempat di Warkop Bundu, Rabu (15/11/2023) kemarin.
Kegitan ini merupakan upaya untuk mendorong pihak-pihak bidang lingkungan untuk lebih massif dalam menanggapi masalah tambang ilegal yang ada di Kab Gowa.
Dorongan banyak pihak dianggap menjadi solusi paling tepat untuk memerangi para pelaku tambang Ilegal.
Kabid Lingkungan Hidup HMI Cabang Gowa Raya, Edi Satriawan menyampaikan bahwa Komitmen seluruh Instansi terkait perlu dibangun.
“Isu tambang ilegal ini bukan isu satu atau dua tahun di Kab Gowa, tapi ini sudah berlarut-larut. Itu artinya bahwa, ada indikasi lemahnya fungsi pengawasan dan penegakan hukum sehingga tidak ada efek jerah bagi pelaku tambang ilegal,” ujar Edi.
Bapak Jamaluddin ST, MT Selaku Kabid Minerba Dinas ESDM Sul-Sel menerankan bahwa Dari data dinas ESDM Prov Sul-Sel bahwa di Kab Gowa hanya ada 29 Izin Usaha Pertambangan (IUP).
“Jadi kemungkinan para oknum penambang yang tidak mengantongi IUP melihat Peluang dan kebutuhan pasar yang besar sehingga mengabaikan regulasi-regulasi yang ada,” terangnya.
Menanggapi hal itu Ketua Umum HMI Cabang Gowa Raya Nawir, menjelaskan harusnya Potensi pertambangan yang ada di Kab Gowa harus terkelola dengan baik, bukan malah sebaliknya menjadi kerugian bagi Masyarakat dan Pemerintah Daerah.
“Kalkulasinya adalah ketika mereka mengantongi izin berarti ada Pajak yang masuk dalam PAD Kab Gowa,” ungkapnya
“Seluruh pihak terkait dan elemen masyarakat harus berkolaborasi sesuai perannya masing-masing untuk menciptakan tata kelola sumber daya alam secara baik dan maksimal untuk pembangunan di kabupaten Gowa yang lebih baik,” terang Nawir.
“Selanjutnya agar konflik horizontal dan vertikal bisa diminimalisir, Kita harus serius untuk mencari solusi pemanfaatan sumber daya alam. Harus dimulai dengan langkah preventif demi menjaga lingkungan dan keberlangsungan hidup yang yg lebih baik di masa yang akan datang. Bukan hanya soal yg ilegal. Tetapi yang legal pun harus diperhatikan terkait penerapan SOP yang berlaku,” tutupnya.
Kegiatan dialog ini menjadi bahan refleksi dan penguatan narasi untuk memantik banyak pihak khususnya Kader HMI Cabang Gowa Raya. Langkah-langkah strategis akan terus dibangun kedepan oleh HMI Cabang Gowa Raya melalui Bidang Lingkungan Hidup.


Tinggalkan Balasan