PEDULIRAKYAT.CO.ID, BULUKUMBA — Sesuai informasi, diduga pihak Polres Kabupaten Bulukumba melakukan penembakan di dalam tahanan Polres Bulukumba terhadap (SI dan AI), karena keduanya itu diduga melakukan pencurian ternak (Curnak).

HD, salah satu warga Desa Jojjolo mendatangi Kantor Polres tadi, ia menyampaikan bahwa benar, sudah ditembak kedua orang itu. Belum ditahu apa alasannya pihak Kepolisian melakukan tindakan seperti itu, sementara kedua orang itu baik-baik saja, karena pihak Polisi langsung datang menjemput tanpa ada barang bukti.

“Memang sih saya dengar informasi juga, bahwa ada ternak di tahan di daerah Bantaeng dan yang bawa ternak itu mengaku dari Bulukumba dan sebut SI dan AI dia beli. Tapi yang menjadi permasalahan saat ini, kenapa dilakukan penembakan terhadap diduga pelaku itu sementara sudah diamankan dalam di Polres,” ujar HD.

“Siapapun itu, tindakan pihak Kepolisian ini tidak ada yang benarkan, maka kami menilai ini sudah pelanggaran HAM Propam harus memeriksa Kapolres dan jajarannya, untuk dimintai pertanggungjawaban,” tegas HD saat dikonfirmasi redaksi pedulirakyat.co.id, Jumat (17/3/2023).

Lanjut, HD mengungkapkan, bahwa pada saat dijemput dan sampai tadi malam sekitar jam 22.00 Wita, memastikan di Kantor Polres bahwa kedua orang itu baik-baik saja. Jadi adanya penembakan kedua orang itu, berarti diduga penembakan itu dilakukan sudah dalam tahanan.

“Kami dapat informasi, pagi tadi dan langsung kami ke Kantor Polres memastikan apa benar kedua itu, sudah ditembak atau tidak. Ternyata benar sudah ditembak, dan kami juga tadi meminta untuk dipertemukan, tapi pihak Polres tidak mau mempertemukan kami. Terpaksa kami pulang, Insya Allah besok kami hadir kembali dengan menemani Kuasa Hukum untuk didampingi kedua itu sebagaimana mestinya,” tutupnya.

Selain itu, Pimred pedulirakyat.co.id dikonfirmasi langsung kepada Kapolres, ia membenarkan, bahwa memang dilakukan oleh anggota. Tapi tidak mungkin dilakukan anggota tindakan yang terukur jika tidak ada sebab akibat.

“Tentunya yang diduga pelaku itu, sesuai informasi yang kami dapatkan atau laporan yang masuk sudah lama meresahkan masyarakat,” ucap AKBP Ardyansyah.

Stay connect With Us :