PEDULIRAKYAT.CO.ID, MAKASSAR — Tim Universitas Hasanuddin dalam Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat (PKMPM) berikan pelatihan asertifitas kepada 16 orang narapidana anak yang akan bebas dari LPKA Kelas II Maros.
Pelatihan ini merupakan program yang dikhususkan bagi seluruh narapidana anak yang statusnya akan bebas dari LPKA, namun memiliki kecemasan terkait banyaknya bentuk diskriminasi yang berkembang di masyarakat terkait status mereka sebagai narapidana.
Norain Bumbungan (Ketua Tim Assertive) menyampaikan bahwa program ini merupakan salah satu pengabdian yang telah didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia. Untuk masa pengabdian terhitung sejak bulan Juni hingga September 2022 di LPKA Kelas II Maros.
“Pelatihan Asertifitas ini kami mengusung tema “ASSERTIVE TRAINING SPACE: Solusi Kecemasan Narapidana Anak Menjelang Bebas di LPKA Kelas II Maros”,” ujar Norain sesuai rilisnya kepada media pedulirakyat.co.id, Senin (30/8/2022) kemarin.
Ia melanjutkan, bahwa program ini memiliki beberapa jenis metode pelaksanaan yang menarik dan tentunya memiliki tujuan khususnya masing-masing, diantaranya yaitu:
Pertama, Who Am I, yang bertujuan untuk meningkatkan self awereness dari narapidana anak terkait potensi diri yang akan dikembangkan setelah bebas nanti.
Kedua, Cognitive Restructuring, yang bertujuan untuk mengajarkan anak mengubah seluruh pikiran negatifnya terkait stigma lingkungan luar menjadi pikiran yang positif.
Ketiga, Peningkatan Keterampilan Komunikasi Asertif, yang bertujuan untuk mengajarkan anak berkomunikasi dengan teknik komunikasi asertif agar lebih siap menghadapi dan merespon dengan baik seluruh bentuk stigma dari masyarakat ketika anak tersebut telah bebas.
Dan keempat, Legal Education Class, yang bertujuan untuk memberikan edukasi hukum terkait konsep pemberatan pidana ketika menjadi residivis agar anak tersebut tidak lagi memiliki niatan menjadi residivis setelah bebas nanti.
Dari hal tersebut, kata Norain Bumbungan, bahwa pengabdian ini akan membantu anak agar lebih siap menghadapi seluruh stigma dari masyarakat. Sehingga ketika bebas nantinya, anak tersebut akan siap menghadapi dunia luar dan bisa berkarya lebih baik lagi kedepannya.
“Kami berharap agar program Assertive Training Space ini dapat menjadi program yang berkelanjutan. Khususnya di LPKA Kelas I I Maros bagi seluruh narapidana anak yang akan bebas. Mengingat pentingnya mempersiapkan mental anak untuk menghadapi stigma masyarakat setelah bebas nanti,” harap Norain Mahasiswa FH UNHAS ini.
Diketahui, Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat (PKMPM) ini resmi ditutup, kemarin Senin 28 Agustus 2022.


Tinggalkan Balasan