PEDULIRAKYAT.CO.ID, PALEMBANG — Perwakilan Mahasiswa UIN yang dikomandoi oleh Cipayung Plus (IMM, HMI, KAMMI) UIN Raden Fatah Palembang menemui Gubernur Sumsel, Bapak H. Herman Deru, S.H., M.M. yang berlokasi di Rumah Dinas Griya Agung, Palembang, Sumatera Selatan, pada Sabtu (12/02/2022).

Dalam rangka melaporkan terhadap permasalahan yang terjadi saat ini, yaitu kebijakan rektorat yang banyak merugikan ribuan mahasiswa. Dimana kebijakan awal Rektor yaitu memberikan keringanan terhadap mahasiswa yang terdampak covid-19, diantara kebijakan tersebut ada yang mendapatkan potongan sebesar 10%, 80% dan 100%.

Namun ditengah proses perjalanan kebijakan tersebut berubah, dan masih ada sebagian mahasiswa yang UKT nya kembali ke normal sehingga merasa keberatan dengan hal tersebut.

Merespons hal itu, Gubernur Sumsel Bapak Herman Deru siap mengawal dan akan memberikan solusi atas polemik yang sedang terjadi.

“Saya terima laporan dari teman-teman mahasiswa, dan akan saya tindak lanjuti sekarang juga, namun berhubung ini bukan hari kerja dan sudah malam. Baiknya senin pagi saya akan langsung nelpon Rektor untuk memberikan kejelasan permasalahan ini, dan langsung meminta solusi konkret,” Ujarnya

“Sebenarnya saya menyayangkan atas keputusan yang telah dilakukan oleh Rektor saat ini, seharusnya lanjut Gubernur Sumsel ini, jika dari awal kampus merasakan keberatan terhadap bantuan yang diberikan, mengapa harus mengeluarkan Surat Keputusan tersebut. Kan begitu logikanya,” tambahnya.

Gubernur Herman Deru mempertegas, pada saat itu saya ini memberikan bantuan kepada 18.000 mahasiswa di kampus-kampus yang ada di Sumatera Selatan terkhusus UIN sebesar 6000 lebih. Namun tidak ada masalah sama sekali, apalagi mengembalikan atau mengubah keputusan tersebut. Nah ini lucu, hanya 1 kampus kok tidak mampu menyelesaikan nya.

“Kalau memang tidak bisa mengakomodir semua bantuan mahasiswa, mengapa tidak minta bantuan ke Pemprov saja,” pungkasnya

Menanggapi hal tersebut, perwakilan mahasiswa UIN Rizky merespons dengan baik dan berterima kasih kepada Gubernur Sumsel yang telah menjembatani atas aspirasi yang telah kami sampaikan dan siap memberikan solusi setelah dari pertemuan ini.

“Kami berharap Rektor akan memberikan solusi konkret dan tidak berlama-lama lagi untuk segera memutuskan permasalahan UKT ini. Mengingat senin adalah hari terakhir pembayaran UKT dan jangan sampai sebagian mahasiswa UIN akan Drop Out atau Stop Out sehingga status pendidikannya menjadi terancam. Apa lagi jika sudah Gubernur langsung yang meminta dan menghubungi Rektor, saya rasa selesai dan menemukan titik solusinya,” tutup Ketua Umum IMM UIN Raden Fatah itu.

Stay connect With Us :