PEDULIRAKYAT.CO.ID, GOWA — Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) UIN Alauddin Makassar berkedudukan sebagai wadah kemahasiswaan yang merupakan kelengkapan jurusan.
Tugas pokok HMJ adalah menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler dan kokurikuler yang bersifat penalaran sesuai dengan program studi jurusan.
Rifaldi, Ketua HMJ UIN Alauddin Makassar mengeluarkan beberapa Kabid dan Anggota secara sepihak dari grup WhatsApp Kepengurusan Periode 2021-2022, Minggu (04/07/2021) Malam.
Gilang Wijaya, Sekertaris bidang Kajian dan Keilmuan menilai tindakan yang dilakukan Ketua umum secara sepihak sudah keluar dari koridor organisasi dan tidak terhormat.
“Terkait dari pada tindakan Ketua umum mengeluarkan ketua bidang dan sekbid secara sepihak yang sudah keluar dari pada rel organisasi dan sangat tidak terhormat,” pintahnya.
Lebih lanjut, Gilang Wijaya mengatakan kami hanya mempertanyakan fungsional dan meminta klarifikasi terkait jalannya kepengurusan.
“Tapi entah respon dari pada (Ketua) yang berujung teman teman pengurus di keluarkan dari grup dengan kata kata yang kurang etis dilontarkan kepada pengurus,” ucapnya.
“Saya secara pribadi merasa kecewa terhadap perilaku Ketua HMJ ILMU POLITIK, yang tidak mengedepankan proses musyawarah terlebih dahulu kepada pengurus-pengurusnya dalam mengambil suatu keputusan,” tambahnya
Sementara itu, Ketua Bidang Politik dan Advokasi Syahrul Mubarak Menerangkan bahwa Ketua Umum tidak bisa berkomunikasi baik dengan para jajaran pengurus.
“Ketua umum yang terkesan tertutup kepada pengurus memang menjadi permasalahan yang cukup serius dalam internal HMJ ini, apalagi ada beberapa percakapan Via WhatsApp ketua yang mencoba menjatuhkan peran pengurusnya sendiri. Hal ini tentunya adalah bentuk penyimpangan terhadap lembaga,” jelas Syahrul, Senin (5/7).
“Beberapa kali juga pernyataannya (Ketua) itu kontradiksi, dan tentu di HMJ Ilmu Politik kita tidak butuh dan menolak pimpinan yang emosional dan gila penghormatan, kami meyakini bahwa jika itu terus menerus dipertontonkan oleh Ketua umum HMJ Ilmu Politik maka yang ada hanya suatu kemunduran terhadap lembaga serta kehilangan peran-peran strategis sebagai lembaga internal kemahasiswaan,” tegasnya.


Tinggalkan Balasan