PEDULIRAKYAT.CO.ID, MAKASSAR — Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (BEM FH-UH) menggelar dialog pada Ahad (25/4/2021) melalui aplikasi Zoom Meeting. Dialog yang dilaksankan secara panel ini mengusung tema, “Generasi Digital SDGs dan Revolusi Industri 4.0” menghadirkan narasumber diantaranya Dr. Maskun, S.H., LLM, Amaliyah, S.H., M.H., dan Nur Efendi Darming, S.H.

Presiden BEM FH-UH, Taufik Hidayat menyampaikan bahwa dialog dilaksanakan untuk mahasiswa fakultas hukum dengan harapan prestasi fakultas hukum pada pilmapres tahun ini semakin baik lagi.

“Pada pelaksanaan dialog Road To Pilmapres 2021 dilaksanakan untuk mahasiswa fakultas hukum untuk lebih semnagat dalam mengikuti pilmapres tahun ini. Kita ketahui bersama bahwa pada tahun 2020 kemarin mahasiswa fakultas hukum yang menjadi mawapres utama tingkat universitas, harapannya tahun ini prestasi tersebut dapat diraih kembali dan mahasiswa fakultas hukum unhas dapat juara pada tingkat nasional pilmapres, ini merupakan tanggung jawab bersama untuk mengibarkan panji kebesaran fakultas hukum pada pilmapres tahun ini,” ujar Taufik.

Pada sesi penyapaian materi Dr. Maskun, S.H., LLM yang membawakan materi Gagasan Kreatif mengungkapkan, bahwa Gagasan Kreatif harus dimulai dengan langkah awal kreativitas. Dimana kreativitas yaitu memikirkan sesuatu yang baru.

“Kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya,” ungkap Maskun.

Pada kesempatan ini Dr. Maskun juga menyampaikan bahwa mahasiswa hukum jangan terjebak pada teks-teks normatif zona nyaman, namun harus berusaha keluar dari zona nyaman itu.

Kemudian pembicara kedua Amaliyah, S. H., M.H yang membawakan materi aspek-aspek penilaian dalam Pilmapres menyampaikan bahwa menjadi mahasiswa tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi mahasiswa juga dituntut menjadi individu yang kreatif, inovatif, berdaya saing tinggi, dan berkarakter. Pada kesempatan ini pula Lili sapaan akrabnya juga menyampaikan bahwa, banyak sekali indikator yang harus dipenuhi mulai dari kualifikasi Prestasi, Pengabdian dan kontribusi serta Organisasi juga menjadi aspek penting dalam kualifikasi Pilmapres ini.

Selain itu, narasumber ketiga Nur Efendi Darming, S.H. yang membawakan materi Tips dan Trik Menjadi Mawapres Utama memaparkan, bahwa untuk menjadi mawapres utama Efendi membeberkan pengalamannya Pertama, Membuat rencana tujuan selama berkuliah/Skala Prioritas.

“Kedua, aktif mengikuti beberapa organisasi dan konferensi kepemudaan nasional dan internasional,” beber Nur Efendi.

Efendi juga menyampaikan bahwa dirinya telah menyiapkan jauh-jauh hari untuk mengikuti seleksi mawapres tingkat fakultas, hasilnya Efendi dinobatkan sebagai mawapres Fakultas Hukum Unhas tahun 2020 dan ditingkat Universitas menjadi mawapres utama.

Pada sesi terkahir para peserta sangat antusias bertanya kepada narasumber terkait persiapan mengikuti pilmapres tahun ini. Kemudan pada akhir acara ditutup dengan agenda foto bersama peserta, panitia dan para narasumber. (hms/RedaksiPeduli).

Stay connect With Us :