PEDULIRAKYAT.CO.ID, BANTAENG — Beberapa tahun terakhir ini suhu udara semakin panas di wilayah Sulsel. Selain itu terdapat berbagai masalah lingkungan seperti penumpukan sampah yang tak terkendali, kerusakan biota laut, sehingga terjadinya banjir yang menggenang.
Bidang Riset Pengembangan Keilmuan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Bantaeng membincangkan soal Ekologi pada Selasa kemarin (23/3/21) diisi oleh ketua bidang Riset Pengembangan Keilmuan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM Sulsel, Tajuddin dan sekretaris bidang Lingkungan DPD IMM Sulsel, Al-Ihwal yang mengangkat tema “IMM dan Manifestasi Kesadaran Ekologis.”
Tajuddin menganggap bincang Ekologi ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kehidupan manusia dan alam sekitar.
“Alam ini tempat kita berpijak. Menjaga dan merawatnya adalah rasa kepedulian kita terhadap kehidupan manusia dan alam itu sendiri,” jelasnya.
Ia menilai kader IMM memiliki peran penting untuk melihat dan mengatasi krisis ekologi atau rusaknya lingkungan sekitar. Hal tersebut dikarenakan kader IMM masih memiliki idealisme serta daya dorong yang ampuh untuk membuat perubahan yang lebih baik.
Sementara itu, Al-Ihwal mengatakan bahwa pentingnya mengurangi produksi sampah plastik dalam memerhatikan alam sekitar dengan upaya kreatif dan solutif.
“Setelah kajian ini, saya berharap para kader dapat kreatif dan solutif dalam pengurangan penggunaan sampah plastik untuk membangun Ekologi yang bijak,” katanya.
Sebagai program unggulan, ketua bidang RPK PC IMM Bantaeng, Devi Annisa mengatakan bincang Ekologi diadakan sebagai bentuk kesadaran diri sebagai kader dalam memerhatikan diri dan lingkungan.
“Bincang Ekologi yang terlaksana ini menjadi salah satu alasan untuk hadir dan tumbuhnya kesadaran kita. Pertama sebagai mahluk, dan alam pun termasuk mahluk. Yang kedua kita sebagai kader,” ujarnya. (Amin/RedaksiPeduli).


Tinggalkan Balasan