PEDULIRAKYAT.CO.ID, PALEMBANG — Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Palembang mengadakan DAD (Darul Arqam Dasar) yang diselenggarakan di KM 9,5 BKPRMI Palembang pada Jumat-Ahad (19-21 Maret 2021).
Acara perkaderan DAD tersebut, menghadirkan pemateri Kakanda Gumar Herudiansyah,S.E.,M.M selaku alumni IMM, dan dosen aktif FEB UM Palembang. Beliau mengisi materi tentang “Ideologi Gerakan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)”.
“Ber-IMM artinya kita sudah ber-Muhammadiyah, maka artinya pergerakan IMM harus berdasarkan ideologi Muhammadiyah tidak boleh ada ideologi yang lain dibawa masuk atau sampai dijadikan dasar ber-IMM”, kepada pedulirakyat.co.id, Sabtu, (20/03/2021).
Dalam kesempatan mengisi materi DAD Kakanda Gumar Herudiansyah,S.E.,M.M menjelaskan dengan mengutip pendapat Ayahanda Haedar Nashir yang merupakan Ketum PP Muhammadiyah bahwa Ideologi adalah sistem keyakinan dan paham untuk mewujudkan cita-cita Muhammadiyah, tiga hal dalam ideologi Muhammadiyah: pertama, tentang paham agama dalam Muhammadiyah; kedua, prinsip-prinsip pemikiran Muhammadiyah sebagai paradigma; ketiga, strategi perjuangan menyangkut Muhammadiyah.
Selanjutnya, pemateri menegaskan IMM lahir bukan dengan ciri gerakan aksi seperti KAMMI atau gerakan politik seperti HMI. IMM sejak kelahirannya mendeklarasikan diri sebagai gerakan intelektual sekaligus gerakan sosial politik, dengan semboyan “Anggun dalam moral Unggul dalam Intelektual”. Sehingga ciri ini menempatkan IMM pada posisi yang lumayan jauh dengan pergumulan kekuasaan orde baru yang berakhir dengan reformasi 1998. Ketika organisasi lain sibuk dengan cuci gudang pasca 1998, IMM masih tetap steril dari generasi laten orde baru.
Lanjut Beliau, menjelaskan sejarah IMM terkait gejolak politik tahun 60-an membuat Djasman Al-Kindi, Rosyad Soleh, dan kawan-kawan mempelopori berdirinya IMM di Yogyakarta pada tanggal 14 Maret 1964. Sejak awal berdirinya, IMM sebagai ormas mahasiswa Islam lahir dari kelompok sosial keagamaan dengan identitas yang jelas. IMM secara terang-terangan mengusung nama Muhammadiyah, dan sebagai ortom Muhammadiyah yang sifat dan gerak IMM sama dengan Muhammadiyah yakni sebagai gerakan dakwah amar makruf nahi mungkar.
Kemudian, upaya memahami ideologi gerakan IMM merupakan hal yang sangat penting. Dalam tataran konseptual, sebenarnya IMM memiliki sebuah konsep yang komprehensif. Trilogi Iman-Ilmu-Amal yang kemudian juga berkaitan dengan trilogi lahan garapan keagamaan, kemasyarakatan, kemahasiswaan dan juga trikompetensi kader spiritualitas, intelektualitas, humanitas memiliki konsep yang khas dibanding pola gerakan lain.
(Preli/RedaksiPeduli).


Tinggalkan Balasan