PEDULIRAKYAT.CO.ID – Wilayah perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan Malaysia merupakan kawasan strategis yang berperan penting dalam menjaga kedaulatan negara, baik dari aspek wilayah, ekonomi, maupun sosial budaya. Tingginya intensitas interaksi lintas negara di wilayah perbatasan menjadikan kawasan ini memiliki dinamika ekonomi yang unik, termasuk dalam hal penggunaan alat pembayaran. Dalam konteks tersebut, masih terdapat tantangan terkait penguatan kedaulatan ekonomi, khususnya dalam mendorong penggunaan Rupiah sebagai simbol kedaulatan NKRI.
Sejalan dengan tugas dan mandatnya, Bank Indonesia sebagai otoritas moneter memiliki tanggung jawab untuk menjaga stabilitas nilai Rupiah serta memastikan kelancaran sistem pembayaran. Dalam rangka mewujudkan hal tersebut, Bank Indonesia terus berupaya meningkatkan jangkauan distribusi uang Rupiah, memperkuat literasi masyarakat melalui program Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah, serta mendorong digitalisasi sistem pembayaran melalui QRIS, termasuk QRIS Cross Border. Selain itu, Bank Indonesia juga berperan dalam memberikan edukasi perlindungan konsumen (PeKA) serta mendukung pengendalian inflasi melalui program Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS).
Setelah penyelenggaraan Lentera Batas Negeri di PLBN Aruk pada tahun 2025, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Pemerintah Kabupaten Sanggau, Badan Nasional Pengelola Perbatasan/PLBN Entikong, Bapenda Provinsi Kalimantan Barat, Bapenda Kabupaten Sanggau, PT Jasa Raharja, PT Jasaraharja Putera, BPD Kalbar, BNI, Imigrasi Entikong, Rumah BUMN, serta UPT Puskesmas Entikong menyelenggarakan Lentera Batas Negeri Entikong pada tanggal 23 – 25 Juni 2026 yang terdiri dari 7 rangkaian kegiatan:
- Layanan Penukaran Uang. dilaksanakan di Pasar Sanggau, Pasar Balai Karangan, dan PLBN Entikong untuk mendukung clean money policy.
- Edukasi CBP, QRIS, dan Belanja Bijak, meliputi edukasi CBP Rupiah, QRIS Cross Border, Literasi Keuangan dan PeKa kepada 27 UMKM, 100 peserta di Kecamatan Entikong, serta sekitar 1.000 masyarakat pada kegiatan puncak.
- Pasar Batas Nusantara yang melibatkan 23 UMKM binaan Rumah BUMN Sanggau melalui konsep Collective Space.
- Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dilaksanakan melalui sinergi lintas instansi dengan menyediakan 1.000 paket pangan bagi masyarakat sekitar PLBN Entikong, disertai edukasi Belanja Bijak untuk mendukung pengendalian inflasi.
- Sinergi Layanan Kas (SILAKAS) yang menghadirkan layanan terpadu bersama Imigrasi, Bapenda, Jasa Raharja, dan Puskesmas Entikong, meliputi informasi keimigrasian, SAMSAT GOKATAN, keselamatan transportasi, dan cek kesehatan gratis.
- Rupiah Corner Perbatasan yang menyediakan pusat edukasi Rupiah, sistem pembayaran, CBP, QRIS-PeKa, serta fun games dan pengalaman langsung menggunakan alat pendeteksi keaslian Rupiah.
- Business Matching UMKM yang diikuti 27 UMKM dan berhasil mengidentifikasi 11 UMKM dengan produk yang sesuai kebutuhan pasar Malaysia. Produk potensial selanjutnya ditindaklanjuti kepada buyer di Kuala Lumpur melalui fasilitasi Business Matching lanjutan.
Melalui seluruh rangkaian kegiatan tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat menegaskan komitmen untuk memperkuat kedaulatan Rupiah di wilayah perbatasan melalui penyediaan layanan kas dan penukaran uang, meningkatkan literasi masyarakat mengenai CBP Rupiah dan perlindungan konsumen, mendorong digitalisasi ekonomi melalui adopsi QRIS Cross Border, serta memperkuat pemberdayaan UMKM dan akses pasar internasional. Sinergi lintas instansi tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat kehadiran Rupiah sekaligus mendukung pengembangan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan.
Penulis: Hendy Pebrian Azano Ramadhan Putra
Pekerjaan: Pegawai Bank Indonesia


Tinggalkan Balasan