PEDULIRAKYAT.CO.ID, BULUKUMBA — H. Andi Muchtar Ali Yusuf (Bupati Bulukumba) resmi melantik H. Amry sebagai Ketua Harian Pengurus Islamic Center Dato Tiro (ICDT), Senin (13/6/2022).
Pelantikan tersebut, ditanggapi oleh pengurus ICDT versi Andi. Muttamar. Ia mengaku telah bersepakat menunjuk pengacara untuk melakukan gugatan Surat Keputusan (SK) Bupati di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Kota Makassar.
Dikonfirmasi, Andi Muttamar (Ketua ICDT Versi Musyawarah) ia membenarkan jika jamaah dan pengurus masjid telah melakukan rapat untuk menyikapi pelantikan yang dilakukan Bupati Bulukumba. Hasilnya, jamaah dan pengurus bersepakat untuk melakukan gugatan secara resmi SK tersebut di PTUN Makassar.
“Setelah resmi didaftar maka SK itu batal demi hukum (Status Quo) sampai ada keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (Inkra),” ujarnya.
Andi Muttamar meminta kepada pengurus Masjid ICDT Versi DMI Bulukumba untuk tetap tenang dan tetap melaksanakan salat berjamaah serta melakukan aktivitas kemasjidan seperti biasa.
“Perbaikan taluk, plafon, pengecatan, penyimpanan sepatu dan sendal serta perbaikan atap yang bocor dan kegiatan lainnya yang berkaitan dengan kepentingan masjid dan kepentingan jamaah tetap dilaksanakan. Kemudian kita menunggu keputusan pengadilan dan apapun hasil keputusan pengadilan maka pengurus masjid ICDT Versi SK DMI legowo untuk menerima,” jelas Andi Muttamar.
Terpisah, Sekretaris pengurus ICDT Wahyudi Syafaruddin, menyampaikan bahwa masjid bukan tempat bisnis, bukan tempat cari uang. Masjid adalah tempat melakukan ritual keagamaan untuk menyembah kepada Allah dan tempat melakukan kegiatan keagamaan lainnya.
“Olehnya itu sangat disayangkan adanya salah satu pengusaha yang mengaku pernah memperbaiki talud, dan plapon serta pengecetan masjid ICDT dengan biaya sendiri, ternyata semua dibiayai oleh uang celengan masjid kurang lebih 100 juta Nauzubillah,” ungkap Wahyudi.
Lebih lanjut dikatakan Wahyudi, bahwa kepengurusan masjid tidak dipolitisasi. Pasalnya ICDT bukanlah OPD atau kantor pemerintahan. Adanya dualisme pengurus masjid ICDT berdampak pada terjadinya perpecahan umat.
“Sangat disayangkan Pemda membuat SK di atas SK, seharusnya Bupati paham bahwa sebagai penyelenggara pemerintahan di daerah, Bupati juga harus ikut menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban bukan membuat gaduh jamaah mendualismekan pengurus ICDT. Alangkah indahnya jika duduk bersama semua pihak seperti MUI, KEMENAG, DPRD, DMI, FORKOPIMDA, yang dimediasi oleh Bupati atau Ketua MUI untuk mencari solusi terbaik,“ tambahnya.
Sementara itu, H. A. Firman salah satu mantan pengurus dan jamaah aktif ICDT mengatakan, bahwa resminya jamaah melalui pengacara mendaftarkan gugatan di PTUN Makassar. Maka legitimasi SK Bupati batal demi hukum atau tidak dapat digunakan sampai ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (inkracht).
“Kemarin tanggal 12 Juni Jamaah dan pengurus masjid ICDT sudah rapat dan bersepakat melakukan gugatan, intinya kita tak ada tendensi lain selain ingin mengurusi masjid dan itu kita lakukan sejak pertama ICDT difungsikan,” kata Firman.
Sesuai diberitakan Radar Selatan, bahwa Bupati Bulukumba (Muchtar Ali Yusuf) menanggapi hal tersebut di atas, katanya ia tak mempersoalkan jika jamaah ataupun pihak Andi Muttamar melakukan gugatan di PTUN. Bahkan Andi Utta menilai hal tersebut sudah tepat.
“Itu paling tepat dia lakukan, kalau menganggap dia benar, haknya A Muttamar lakukan gugatan, tidak bisa dihalangi. Pemkab dan saya pribadi siap selalu kalau digugat,” katanya.
Selain itu, pedulirakyat.co.id konfirmasi langsung Andi Utta (Bupati Bulukumba) ia menyampaikan, bahwa Muttamar tidak pernah senang kalau keluarganya memimpin dia.
“Ini sepupu saya muttamar, memang tdk pernah senang kalau keluarganya pimpin dia, andi untung pangki juga keluarganya tdk pernah dia cocok sejak di legislatif dulu, sejak sosialisasi pilkada memang lawan saya habis2san,, sampai kata2in saya kasar padahal bapaknya sepupu satu kali sama Mama saya,, dan bersaudara tinggal dirumah org tua saya sejak smp sma dan university dimks,, sy juga kasian andi muttamar sep itu dgn keluarganya tdk ada satupun dia cocok dan dia lawan semua,” jelas Andi Utta sapaan akrabnya itu.
“Saya tdk pernah balas sekalipun dia keluarkan kata2 kasar pasca pilkada, andi caccing juga keluarga dekat denga a muttamar. Andi untung pangki juga keluarga dekat..semua dia tdk pernah sekalian pasca pencalonan andi caccing wkt itu dan lakukan perlawanan lagi dengan pemkab,, saya hanya meliat siapa yg punya kemampuan membiayai mesjid,, tentu saya cari tau kalau latar belakan pengusaha semua yg bisa mengurusi besar sehingga bisa backup biaya operational mesjid,,kalau andi muttamar apa mampu? Sementara tdk punya usaha dan pekerjaan jelas,, tentu saya dianggap salah kalau merefrensi dia,sementara tujuan saya mesjid itu harus dikelola oleh org yg hidupnya mapan,, kalau tdk mapan kira2 bagaimana biayai masjid,” tutupnya.


2 Komentar
Seandainya Tuhan bisa memperlihatkan cctv nya, mungkin Zainuddin Hasan ( mantan bupati blk) sedang tertawa terbahak-bahak melihat persoalan ini.
Kasihan pemimpin kita, urusan sekecil ini diurusi.
Sebaiknya visi misinya saja yang diurus, sudah berapa persen yang tercapai.
Apa cuma satu orang/pengusaha di Bulukumba yang hidupnya mapan.
Kalau dia mampu membiayai mesjid ICDT sebaiknya tidak menerima anggaran dari Pemda dan sumbangan dari masyarakat dan tidak memungut celengan, supaya masyarakat betul-betul menikmati kekayaan Dia (pengusaha tersebut) sehingga dia mendapat pengakuan dari masyarakat bahwa Dia pengusaha sukses dan mapan.
Karna semua orang bisa mengatakan saya kaya dan mapan kalau cuma mau diucapkan