Oleh: Andi Hendra Dimansa (Pengamat Politik)
PEDULIRAKYAT.CO.ID — Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2019 sebesar Rp 188.708.819.237,00; 2020 sebesar Rp 168.422.009.341,24; 2021 sebesar Rp 153.236.039.648,92; dan tahun 2022 sebesar Rp 168.703.659.928,99 (Sumber: Bulukumba Dalam Angka 2023. Perbandingan antara sebelum dan saat menjabat sebagai bupati menunjukkan bahwa Harapan Baru (Andi Muctar Ali Yusuf dan Andi Edy Manaf dilantik pada 26 Februari 2021) belum maksimal dalam meningkatkan PAD Kabupaten Bulukumba.
Apakah kepala daerah yang belum maksimal dalam menaikkan PAD bisa dikatakan berhasil? Kemudian, apa pengaruh PAD yang tidak meningkat dengan pembangunan daerah? Secara sederhana dapat di lihat bahwa kepala daerah yang belum maksimal menaikkan PAD masih mengandalkan pajak dan dana dari pusat. Apakah itu artinya kepala daerah gagal mengoptimalkan potensi daerah?
Lalu, janji-janji kampanye masih terus membayangi dan harapan masyarakat untuk lebih baik, masih belum terlampau terpenuhi. Masyarakat tentu punya penilaian bagi seorang kepala daerah yang ingin maju kembali. Tentu ada yang sudah dilakukan, tapi kenyataan juga menunjukkan bahwa PAD yang belum signifikan sebagai tolak ukur kinerja. Apakah masyarakat masih mau berharap kepada “Harapan Baru”?
Bulukumba salah satu daerah yang punya potensi dan kaya akan sumber daya alam (pertanian, perkebunan dan perikanan) serta objek wisata. Kemudian dipimpin oleh kepala daerah berlatar sebagai pengusaha, namun PAD belum maksimal. Hal itu, menimbulkan pertanyaan, apakah ada yang kurang tepat dalam mengelola Bulukumba beberapa tahun ini? Berdalih bahwa masa kepemimpinan baru 3 tahun, lalu dengan masa itu seharusnya tanda-tanda yang lebih baik semestinya sudah terasa.
Bukankah ada yang pernah berjanji untuk mengutamakan kerja dibandingkan dengan cerita? Lalu, di mana hasil kerja itu? Sudahkah memenuhi harapan masyarakat? Jangan-jangan masyarakat kembali menikmati kisah-kisah yang lalu, hanya dijanji-janji saat musim kampanye. Kalau PAD belum naik secara signifikan itu artinya kepala daerah hanya mengandalkan pajak dan dana dari pemerintah pusat.
Masyarakat punya peluang untuk mempertimbangkan ulang Harapan Baru. Supaya Bulukumba bisa lebih baik dan dikelola lebih maksimal, maka Pilkada 2024 bisa menjadi ajang untuk mengoreksi, memperbaiki dan memilih pemimpin yang tepat. Hal terpenting juga supaya masyarakat sadar bahwa mereka-lah yang jadi penentu masa depan Bulukumba.
Bumi Panrita Lopi harus punya nahkoda yang tepat agar tahu arah dan tujuan ke depan. Jangan sampai salah buang jangkar dan salah berlabuh, ingat nahkoda yang baik itu tahu cara menaikkan pendapatan kapal. Salamaki tapada salama.


Tinggalkan Balasan