Oleh: Andi Hendra Dimansa (Peneliti Profetik Institute)

PEDULIRAKYAT.CO.ID — Menurut Robert K. Cooper, Ph.D, kenapa harus bekerja menggunakan hati? Karena, hati mengaktifkan nilai-nilai kita yang paling dalam, mengubahnya dari sesuatu yang kita pikir menjadi sesuatu yang kita jalani. Hati tahu hal-hal yang tidak atau tidak dapat diketahui oleh pikiran. Hati menjadi sumber energi dan perasaan mendalam yang menuntut kita belajar, menciptakan kerja sama, memimpin dan melayani (Sumber: Kementerian Keuangan Republik Indonesia).

Seorang pemimpin yang bekerja dengan hati mampu konsisten dan berkorban serta sulit mengingkari janji. Tidak banyak pemimpin yang mampu bekerja dengan hati, walau caci-maki dan hujatan menimpa. Dia tetap berdiri kokoh dan tegar. Dia (Delis-Djira) figur pemimpin Morowali Utara rela melayani dari desa ke desa, bekerja lebih lama dari jam kerja. Menerima masyarakat datang baik di waktu kerja maupun di waktu istirahat.

Bagi Delis-Djira pengabdian lebih dari sekedar kata-kata, apalagi memoles citra lewat baliho dan pemberitaan di media sosial. Kalau saat ini, ada banyak serangan dan komentar berlebihan terhadap kinerjanya di media sosial. Yang cenderung tidak objektif dan sepihak, apakah Delis-Djira memberikan respon negatif atau bertindak di jalur hukum? Selam ini, Delis-Djira justru menunjukkan sikap demokratis, yang menghargai segala bentuk perbedaan pendapat.

Justru selama ini, ada kesan yang hendak mengaburkan capaian dan hasil kinerja Delis-Djira di media sosial. Tidak sedikit akun-akun tidak bertanggung jawab berseliweran, informasi yang tidak akurat dan tidak jelas sumbernya. Tapi, apakah Delis-Djira risih dan alergi terhadap segala tindakan akun-akun media sosial tersebut? Delis-Djira sebagai pemimpin berlatar dokter dan guru, justru menunjukkan kedewasaan dan semakin memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Hasil evaluasi penyelenggaraan pemerintah daerah berdasarkan LPPD yang dievaluasi oleh Kemendagri tahun 2022, Morowali Utara menempati urutan/tertinggi di Sulawesi Tengah. Terbaik pertama kinerja pengelolaan DAK fisik tahun anggaran 2022. Moderasi beragama dan penguatan fungsi penyuluh agama tahun 2021. Manggala karya bhakti dan BKN Award serta Universal Health Coverage. Hanya pemimpin yang bekerja dengan hati yang mampu memiliki pencapaian yang demikian. Bukan seseorang yang hanya rajin saat Pemilu, lalu menghilang setelah dilantik atau tiba-tiba meninggalkan amanah dari masyarakat.

Delis-Djira patuh dan setia bersama masyarakat, meninggalkan kesenangan pribadi apalagi sekedar nongkrong di warkop berlarut-larut. Justru Delis-Djira menghabiskan waktu bersama masyarakat dalam program Bupati Berkantor dari Desa, Dokter Spesialis Lintas Desa dan Gerakan Masyarakat Sehat. Waktu bersama dengan masyarakat jauh lebih banyak, membuka berbagai peluang bagi Morowali Utara menjadi fokus utama Delis-Djira.

Delis-Djira memegang erat prinsip hanya patuh dan setia bersama masyarakat. Beban tanggung jawab dan amanah itu dijalankan dengan sepenuh hati, bukan sekedar coba-coba apalagi meninggalkan amanah di tengah jalan.

Stay connect With Us :