Oleh: Evi Andriani (Mahasiswa Program Magister PPKN STKIP Arrahmaniyah Depok)
PEDULIRAKYAT.CO.ID — Keberhasilan pendidikan dapat diukur dengan penguasaan siswa terhadap materi yang telah disampaikan oleh guru di dalam kelas. Namun keberhasilan itu sendiri dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
1. Guru
2. Materi
3. Siswa
Ketiga faktor tersebut tidak dapat dipisahkan dan saling keterkaitan dalam membentuk karakter siswa. Salah satu pendidikan yang sangat penting bagi manusia sekarang ini dalam menghadapi era globalisasi dan kemajuan teknologi adalah pendidikan karakter. Munculnya program pendidikan karakter ini diawali dengan sering terjadinya kenakalan dan kurangnya sikap santun oleh karena itu pendidikan harus lebih berorientasi pada pendidikan karakter yang fokus pada nilai-nilai moral dan akhlak pendidik.
Karakter merupakan seseorang guru sebagai perencana sekaligus sebagai pelaksana pembelajaran. Serta pemberi motivasi pada siswa dalam melaksanakan tugas belajar agar seorang siswa benar-benar menjadi manusia yang berkarakter. Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan,menilai serta mengevaluasi Siswa Guru memiliki empat Kompetensi yaitu Kompetensi pedagogik, kepribadian sosial dan profesional, Guru adalah orang yang bertanggung jawab dalam melaksanakan pendidikan Guru minimal mempunyai tiga tugas pokok yaitu tugas profesional, tugas manusiawi dan kemasyarakatan Guru adalah figur yang dicontoh dan ditiru oleh siswa
Model guru dalam membina karakter siswa menggunakan metode antara lain ;
1) Keteladanan
Seorang guru adalah seorang yang diharapkan menjadi teladan bagi siswanya.
2) Pembiasaan
Pembiasaan merupakan metode yang ampuh dalam membentuk tingkah laku murid agar terbiasa melakukan hal-hal yang baik.
3) Pengawasan Perhatian
Pengawasan merupakan kegiatan yang membantu dalam melaksanakan pembiasaan.
4) Nasehat
Nasehat memiliki pengaruh yang cukup besar dalam membuka mata anak-anak tentang hakikat sesuatu yang mendorong siswa untuk menuju kesadaran akan harkat dan martabat yang dihiasi dengan akhlak mulia.
5) Larangan /Ancaman
Dengan metode ini setidaknya siswa punya rambu rambu untuk meninggalkan hal-hal yang negatif karena takut akan hukuman dan ancaman orang tua yanan guru.
6) Imbalan
Memberikan penghargaan motivasi dan pujian yang menyenangkan sebagai prestasi belajar yang baik dari hasil belajar ataupun perilaku.
7) Hukuman
Hukuman adalah tindakan paling akhir diambil apabila teguran dan peringatan belum mampu.
Untuk mencegah anak melakukan pelanggaran.Karakter yang ingin dibentuk kepada siswa Madrasah Bogor yaitu siswa Tagwa yang Islami berakhlak mulia, berkarakter, terampil kreatif berdaya saing tinggi. Karakter ini diwujudkan melalui misi pendidikan terpadu antara dunia dan akhirat yang berorientasi pada mutu, ilmu, terampil, cerdas dan mandiri. Sehingga mampu bersaing di dunia internasional. Disamping mengembangkan nilai-nilai Islam, akhlakul karimah, nilai ilmiah, kekeluargaan, kebersamaan, mandiri bertanggung jawab dan kreatif.
Untuk mencapai tujuan tersebut perlu juga dukungan sarana dan prasarana yang ada di sekolah. Adapun strategi yang dilaksanakan dalam pendidikan karakter juga didukung oleh visi dan misi sekolah yang bertujuan membentuk karakter siswa dengan akhlak yang baik – islami. Semua guru sangat penting perannya dalam membentuk karakter siswa yang berakhlak, kreatif, bertanggung jawab dan pembinaan karakter.


Tinggalkan Balasan