Oleh: dr. Gede Padmawijaya (Dokter Umum)

PEDULIRAKYAT.CO.ID — Anemia merupakan penurunan jumlah massa sel darah merah sehingga fungsinya terganggu. Fungsi dari sel darah merah (red blood cell) di dalam tubuh kita sebagai pembawa oksigen (O2) hasil pertukaran dari paru-paru ke jaringan dan membawa karbon dioksida (CO2) dari jaringan ke paru. Di sel daram merah terdapat Hemoglobin (Hb) yang berfungsi mengikat O2 dan CO2. Oksigen yang ada di jaringan selanjutnya digunakan untuk beraktivitas (metabolisme). Pada kondisi anemia, penurunan sel darah merah menyebabkan gangguan di jaringan, sehingga penderita akan mengalami gejala-gejala khas anemia, yaitu lemas, letih, lesu, dll.

Anemia merupakan kondisi yang sangat sering kita jumpai di masyarakat. Wanita, anak-anak dan orang yang mempunyai penyakit yang kronik sangat beresiko untuk terjadinya anemia. Anemia dapat terjadi pada saat lahir (congenital) atau pada saat proses bertumbuh dan berkembang hingga dewasa (acquired).

Kriteria anemia menurut WHO :

Laki-laki dewasa                     : <13 g/dl

Wanita dewasa tidak hamil     : <12 g/dl

Wanita hamil                           : <11 g/dl

Kenapa bisa terjadi anemia ?

Anemia merupakan suatu kumpulan gejala yang disebabkan oleh berbagai macam penyebab. Tapi pada dasarnya, anemia disebabkan oleh karena :

  • Tubuh kehilangan darah dalam jumlah banyak (perdarahan),
  • Pembentukan sel darah merah di sumsum tulang terganggu,
  • Penghancuran sel darah merah sebelum waktunya (hemolisis).

Berikut ini adalah jenis-jenis anemia yang umum terjadi berdasarkan penyebabnya :

  1. Anemia defisiensi besi

Anemia jenis ini disebabkan oleh kekurangan zat besi (Fe) sehingga pembentukan hemoglobin tidak maksimal. Zat besi sangat diperlukan dalam pembentukan hemoglobin. Kondisi ini dapat disebabkan oleh beberapa penyebab, seperti :

  • Kurangnya konsumsi makanan tinggi zat besi
  • Gangguan penyerapan zat besi di saluran cerna karena post tindakan operasi, karena suatu penyakit, seperti penyakit celiac, infeksi cacing tambang,
  • Perdarahan yang berlangsung lama atau dalam jumlah banyak, seperti menstruasi yang berlebihan (menorrhagia), metrorhagia.
  1. Anemia hemolitik

Kondisi anemia ini disebabkan oleh penghancuran sel darah merah sebelum waktunya (<120 hari). Kondisi ini dapat disebabkan oleh beberbagai penyebab, seperti infeksi pathogen, efek samping obat, penyakit autoimun, atau genetik, seperti Defisiensi enzim G-6PD, hereditary spherocytosis.

  1. Anemia akibat perdarahan 

Kondisi ini disebabkan oleh keluarnya volume darah yang banyak akibat robeknya pembuluh darah karena trauma ataupun pada kasus non trauma, misalnya menstruasi. Kondisi tersebut harus ditangani berdasarkan derajat berat anemia dan gejala yang dirasakan.

  1. Anemia aplastic

Pada kondisi ini, sumsum tulang yang berfungsi sebagai tempat produksi sel darah merah tidak dapat menghasilkan sel darah merah yang sehat. Bukan hanya sel darah merah yang terganggu tetapi trombosit dan leukosit mengalami penurunan produksi, sehingga dikenal dengan istilah pansitopenia. Kondisi ini bisa terjadi karena genetik atau didapat karena paparan bahan radiasi, bahan kimia, infeksi, dll. Kondisi ini berlangsung perlahan-lahan.

  1. Anemia pada kehamilan

Kondisi anemia ini disebabkan karena kurang maksimalnya produksi sel darah merah dibandingkan kebutuhan yang semakin meningkat karena proses kehamilan. Tidak optimalnya pembentuk sel darah merah pada kondisi hamil pada umumnya disebebkan karena defisiensi/kekurangan asam folat dan B12 yang menyebabkan anemia megaloblastik. Kurangnya intake nutrisi sebagai peyebab dari kondisi ini. Jika kondisi ini tidak ditangani dengan baik, dapat berakibat buruk pada ibu dan janin.

  1. Anemia karena penyakit kronis

Kondisi anemia ini disebabkan karena adanya suatu penyakit yang sudah berlangsung kronik/lama yang mengganggu proses produksi sel darah merah, misalnya Gagal Ginjal Kronik, penyakit hati yang menahun, tuberkulosis, abses paru, kanker dll. Anemia ini terjadi dapat disebabkan karena stress hematologik karena adanya sel radang dan kurangnya respon terhadap eritropoietin dalam pembentukan sel darah merah.

  1. Thalasemia

Kondisi kelainan darah yang ditandai kerusakan hemoglobin akibat adanya mutasi genetik pada salah satu protein pembentuk hemoglobin sehingga mengakibatkan afinatas hemoglobin dan O2 terganggu. Kondisi ini diturunkan dalam keluarga.

Apa saja gejala Anemia yang harus dikenali ?

Gejala anemia bervariasi di setiap orang dan beratnya gejala akan semakin terasa anemia semakin berat. Adapun gejala yang dapat dilihat dan dirasakan, seperti :

  • Pucat pada kulit
  • Lemah dan lesu
  • Cepat Lelah
  • Jantung berdebar-debar
  • Mata berkunang-kunang
  • Nyeri dada
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Napas pendek
  • Tangan dan kaki terasa dingin

Apa saja pencegahan dari Anemia ?

Beberapa jenis anemia dapat kita cegah, seperti anemia pada kehamilan dan anemia defisiensi zat besi. Adapun cara pencegahannya, seperti :

  1. Konsumsi makanan tinggi zat besi dan asam folat daging, sayur bayam, kacang-kacangan, kerrang, hati, brokoli, tahu, ikan, sereal, kubis, pisang, papaya, alpukat, dll.
  2. Konsumsi makanan tinggi B12, seperti kerrang, susu dan produk olahannya, daging, hati ayam, ikan tuna, ikan salmon, kacang kedelai, dll
  3. Konsumsi vitamin c, seperti buah jeruk, apel, melon, strawberi, dll. Vitamin c dapat membantu penyerapan zat besi di saluran pencernaan.

Pegobatan yang diberikan pada Anemia ?

Pengobatan yang diberikan pada pasien anemia tergantung berdasarkan penyebab anemianya. Anemia akan sulit di semuhkan jika penyebab yang mendasari kondisi itu tidak bisa di tangani/disembuhkan. Pemberian pengobatan juga bervariasi berdasarkan berat ringannya anemia dan gejala, faktor penyebabnya, dll. Penderita yang mengalami anemia harus memeriksakan atau akan di periksa oleh dokter dan akan diberikan penanganan sesuai hasil pemeriksaan yang telah dilakukan dan didapatkan, seperti :

  • Pemberian obat zat besi, asam folat, atau B12
  • Pemberian transfusi darah jika anemia berat
  • Penutupan luka atau sumber perdarahan pada anemia akibat perdarahan
  • Mengeliminasi pathogen yang menginfeksi sel darah merah
  • Memberi cangkok sumsum tulang
  • Menghentikan atau menghindari penggunaan obat yang mengakibatkan terjadinya anemia

Jadi, kita sudah tau anemia itu seperti apa. Jika terjadi keluhan dan gejala seperti diatas, maka kita bisa mencurigai terjadi anemia dan sudah tau apa yang harus dilakukan sesuai dengan penyebabnya.

Referensi :

Bakta, I Made. 2006. Hematologi Klinik Ringkas. Denpasar : Penerbit Buku Kedokteran, EGC

Bakta, I Made, Ketut Suega, Tjokorda Gde Dharmayuda. 2014. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi Ke 6 Jilid 1. Jakarta Pusat : Interna Publishing

https://emedicine.medscape.com/article/198475-overview

Stay connect With Us :