PEDULIRAKYAT.CO.ID, KALTIM — Rendy Putra Wakil Ketua Bidang ESDM Pw pemuda muhammadiyah Kaltim mendesak Penegak Hukum untuk segera menangkap dan memeriksa pelaku aktivitas tambang ilegal kembali yang merambah kawasan Hutan Pendidikan Unmul di area Kebun Raya Unmul Samarinda (KRUS) ”
Rendy Putra menyampaikan sikap tegas menolak segala bentuk aktivitas pertambangan ilegal yang dinilai merusak ekosistem hutan dan berdampak serius terhadap kawasan pendidikan yang kerap digunakan oleh adik- adik Fakultas Kehutanan untuk praktik.
“Etam menolak secara tegas aktivitas tambang ilegal ini. Daerah tersebut sangat penting untuk pendidikan dan penelitian adik-adik mahasiswa kehutanan. Kerusakan ini merupakan bentuk ancaman nyata keberlanjutan lingkungan,” kata Rendy Putra sesuai keterangan rilisnya, Selasa (8/4/2025).
Kritik yang disampaikan merupakan bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan, mengingat Kalimantan Timur sudah banyak mengalami kerusakan akibat galian tambang. “Cukup sudah Kalimantan Timur diacak-acak dengan lubang tambang ilegal. Jangan sampai kawasan pendidikan juga jadi korban keserakahan,” ujarnya.
Aktivitas pertambangan ilegal tersebut telah menimbulkan kerusakan parah, termasuk terjadinya longsor di sekitar kawasan hutan pendidikan.
“Kawasan ini adalah satu-satunya hutan pendidikan di Samarinda yang dikelola oleh Fakultas Kehutanan Unmul. Sangat tidak etis dan menyedihkan melihat kawasan ini dirusak oleh aktivitas yang merugikan dan tidak bertanggung jawab. Etam sangat tegas menolak tambang secara keseluruhan, dan tidak sesuai aturan,” jelas Rendy.

PW Pemuda Muhammadiyah Kaltim berharap aparat penegak hukum segera bertindak tegas dan menangkap para pelaku, serta memberikan sanksi yang sesuai agar kejadian serupa tidak terulang kembali.


Tinggalkan Balasan