Puluhan Jurnalis Bulukumba Desak Kapolda Tangkap Oknum Polisi yang Menganiaya Tiga Wartawan di Makassar

146

BULUKUMBA, PeduliRakyat.co.id – Sejumlah Jurnalis di Bulukumba yang tergabung dalam aksi solidaritas mendesak Kapolda Sulsel segera menangkap oknum polisi yang menganiaya tiga jurnalis saat menjalankan tugas peliputan aksi demonstrasi mahasiswa terkait penolakan RUU KPK dan RKUHP di sejumlah titik di Makassar kemarin, Selasa, 24/9/2019.

Aksi solidaritas yang dipusatkan di Bundaran Pinisi dan depan Mako Polres Bulukumba,  Rabu, 25/9/2019
sebagai wujud solidaritas sesama jurnalis serta sebagai bentuk kecaman terhadap institusi Polri setelah oknum polisi melakukan tindak kekerasan terhadap tiga jurnalis saat menjalankan tugas jurnalistiknya.

Pemukulan tiga jurnalis yang dilakukan oknum polisi dianggap sebagai tindakan represif dan tidak menghargai kemerdekaan pers. Apalagi dengan brutal memukuli jurnalis meski ketiganya menggunakan tanda pengenal (ID Card).

Ketua DPD JOIN Bulukumba, Saiful dalam orasinya menyampaikan agar kejadian ini tidak terulang kembali terkhusus di Bulukumba karena dikhawatirkan akan mencederai marwah institusi kepolisian itu sendiri sebagai pengayom masyarakat.

“Kami prihatin dengan kondisi mental sejumlah oknum di institusi Polri  saat ini, oknum polisi bukannya mengayomi justru malah menganiaya Jurnalis dan jelas perilaku seperti ini tidak berprikemanusiaan serta tidak menghormati kemerdekaan pers,” tegasnya.

Ketua Forum Jurnalis Selatan (FJS), Suparman juga meminta agar pihak kepolisian di lingkup Polres Bulukumba menyampaikan tuntutannya ke Polda Sulsel.

“Kami berharap pihak kepolisian, Kapolres Bulukumba untuk menyampaikan tuntutan kami ke Kapolda,” tegasnya.

Dalam aksi solidaritas yang dilakukan oleh puluhan jurnalis di Bulukumba berharap agar aparat kepolisian mengusut tuntas kasus ini dan memberikan sanksi tegas terhadap oknum yang melakukan aksi pemukulan terhadap jurnalis. Mereka juga mendesak aparat keamanan untuk menghormati dan mendukung iklim kemerdekaan pers, tanpa ada intimidasi serta menghalangi kerja jurnalis dilapangan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here