PEDULIRAKYAT.CO.ID, GOWA — Ketua Tim PKM Dr. Nurbaeti, S.Ag. M.Pd.I, menjelaskan, bahwa Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya pemahaman dan keterampilan praktis kelompok mitra, yakni ibu-ibu PKK dan Majelis Taklim di Desa Je’nemadingin, Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa, Kamis (16/7/2026).

Lanjut disampaikan Ketua Tim PKM Dr. Nurbaeti, S.Ag. M.Pd.I, bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Desa Je’nemadingin memiliki populasi sebanyak 3.140 jiwa yang mayoritas aktivitas sosial-keagamaannya digerakkan oleh perempuan.

Permasalahan utama mitra adalah tingginya ketergantungan pada segelintir tokoh agama (Tim SARA’) dalam pengurusan jenazah. Hal ini memicu antrean penanganan saat terjadi kematian ganda, menimbulkan kepanikan keluarga, dan berpotensi melanggar syariat penyegeraan jenazah.

“Pembinaan di majelis taklim masih bersifat teoritis tanpa simulasi praktik, sehingga kemandirian komunitas dalam menjalankan fardhu kifayah belum optimal,” kata Nurbaeti sesuai dalam keterangannya.

Simulasi Proses Pengurusan Jenazah

Selain itu Dr. Khairun Nisa menyampaikan, bahwa masyarakat juga menghadapi tantangan stagnasi pemberdayaan ekonomi perempuan karena potensi kearifan lokal pembuatan Bosara (wadah tradisional Bugis-Makassar) belum dikelola melalui pelatihan sistematis sebagai produk ekonomi kreatif.

Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, program ini bertujuan mengintegrasikan dua intervensi komplementer: (1) mewujudkan kemandirian fardhu kifayah melalui edukasi serta pelatihan penyelenggaraan jenazah sesuai syariat Islam, dan (2) memperkuat ekonomi rumah tangga melalui pelatihan keterampilan kerajinan Bosara.

“Pelaksanaan program menerapkan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang secara akademis terbukti efektif menstimulasi partisipasi aktif komunitas, melalui tahapan penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung (learning by doing) menggunakan instrumen alat peraga secara terstruktur,” ujar Khairun Nisa.

Lebih lanjut disampaikan Dr. Nurbaeti, bahwa target luaran wajib dari kegiatan ini mencakup publikasi pada Prosiding SNP2M 2026, satu artikel di media massa cetak/elektronik, dan video profil kegiatan.

“Sementara luaran tambahan yang ditargetkan adalah pendaftaran Hak Cipta untuk Modul Panduan Penyelenggaraan Jenazah. Integrasi PKM ini secara holistik diharapkan dapat mewujudkan kesiapsiagaan ritual keagamaan sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis budaya lokal,” tutupnya.

Suasana proses pembuatan Bosara

Diketahui, bahwa pembawa materi penyelenggaraan Jenazah: Nur Ilham Asnawi. S.Pd. M.Pd praktikum penyelenggaraan jenazah Dr Khairun Nisa, S.Pd.I., M.Pd.I dan Hj Indriyati (Pemerhati Sekolah Lansia).

Kegiatan ini dihadiri Kepala Desa dan Ketua PKK Desa Je’nemadingin (menyambut dengan baik) demikian juga Sekertaris Desa Hj Juriati, S.Ag., S.Sos.M.Si, ia mengaku bersyukur karena telah memberikan keterampilan pembuatan bosara untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.

Hadir juga, Sarina Dg. Talanna Ketua HARPI (Himpunan Ahli Rias pengantin Indonesia) PC. Gowa untuk siap memasarkan bosara yang di buat itu. Sekadar informasi, bahwa kegiatan ini berjalan dengan sukses.

Dalam kegiatan ini, dibentuk tim yaitu, Tim: Dr. Hj. Nurbaeti, S.Ag., M.Pd.I (Ketua), Anggota Tim: 1. Dr. Khairun Nisa, S.Pd., M.Pd, 2. Nur Ilham Asnawi, S.Pd., M.Pd, 3. Drs. Mastang, 4 Fadel Muslaini, M.Hum., M.Pd. Mahasiswa: 1. Andi Rafli, 2. Radiyyah, 3. Nuraliya Pratiwi Darwis.

Stay connect With Us :