PEDULIRAKYAT.CO.ID, LUTRA — Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Luwu Utara kembali menorehkan sejarah dalam gerakan kaderisasi dengan sukses menyelenggarakan Darul Arqam Madya (DAM) Se-Indonesia Angkatan I. Berlangsung di Kabupaten Lutra mulai tanggal 25 Juni hingga 1 Juli 2026. Kegiatan ini, mengusung tema “Rekonstruksi Gerakan IMM: Divergensi Kaum Intelektual dalam Memecahkan Problematika Keumatan”.

Sulkifli Ketua PC IMM LUTRA, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang strategis dalam memperkuat kualitas kader madya sebagai intelektual yang berlandaskan nilai-nilai Islam, kemuhammadiyahan, dan keindonesiaan.

“Darul Arqam Madya bukan sekadar jenjang kaderisasi formal, melainkan proses pembentukan kader yang memiliki keluasan berpikir, kedalaman spiritual, serta ketajaman analisis dalam membaca dinamika sosial. Di tengah kompleksitas tantangan zaman mulai dari krisis moral, disrupsi teknologi, ketimpangan sosial, hingga melemahnya semangat intelektual di kalangan generasi muda IMM hadir sebagai gerakan yang terus melakukan rekonstruksi pemikiran dan penguatan kader untuk menjawab berbagai persoalan keumatan,” jelasnya dalam keterangannya.

Ia melanjutkan, bahwa melalui tema yang diangkat, peserta diajak untuk memahami bahwa keberagaman perspektif divergensi dalam tradisi intelektual bukanlah bentuk perpecahan, melainkan kekuatan yang harus dikelola menjadi solusi bagi problematika umat. Kader IMM dituntut mampu mengintegrasikan nilai-nilai profetik, nalar kritis, dan semangat tajdid dalam menghadirkan gagasan-gagasan yang relevan terhadap perkembangan zaman.

“Keberhasilan penyelenggaraan Darul Arqam Madya Se-Indonesia Angkatan I menjadi bukti nyata bahwa kaderisasi di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah akan terus berjalan secara berkelanjutan sebagai jantung gerakan organisasi. Dari proses kaderisasi inilah lahir kader-kader madya yang dipersiapkan menjadi pemimpin berintegritas, memiliki kapasitas intelektual, kepekaan sosial, serta keberanian dalam mengimplementasikan nilai-nilai Islam berkemajuan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, bahwa PC IMM Luwu Utara meyakini bahwa tantangan zaman tidak dapat dijawab hanya dengan retorika, tetapi melalui kepemimpinan yang lahir dari proses kaderisasi yang kuat. Oleh karena itu, kader madya diharapkan mampu mengejawantahkan gagasan menjadi gerakan nyata, mengaktualisasikan ilmu menjadi pengabdian, serta menghadirkan solusi atas berbagai problematika keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan.

“Dengan terselenggaranya Darul Arqam Madya Se-Indonesia Angkatan I ini, PC IMM Luwu Utara menegaskan komitmennya untuk terus menjadi pelopor gerakan intelektual yang progresif, membangun tradisi kaderisasi yang unggul, serta melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang mampu membawa perubahan bagi umat, bangsa, dan Persyarikatan Muhammadiyah,”tegasnya.

“Kaderisasi adalah nafas perjuangan IMM. Dari Darul Arqam Madya lahir kader-kader intelektual yang tidak hanya mampu membaca realitas, tetapi juga menghadirkan solusi atas setiap problematika keumatan demi terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya,” tutupnya.

Diketahui, DAM se Indonesia Timur ini diikuti 35 orang peserta yaitu, peserta dari Bau-Bau, Kolaka Utara 5 orang di luar Sulsel, selebihnya berasala dari Sulsel yaitu PC IMM Enrekang, Bone, Sidrap, Palopo, dan Luwu.

Stay connect With Us :