PEDULIRAKYAT.CO.ID, BULUKUMBA — Pemerintah Kecamatan Bulukumpa mengadakan Mediasi menindaklanjuti Aksi Komunitas Pemuda Kampung (KOMPAK) Bontoa dengan beberapa stakeholder terkait. Berlangsung di Aula Kantor Camat Bulukumpa, Jl. Kemakmuran Tanete, Rabu (21/04/2021).

Diundang beberapa instansi, seperti diantaranya Kepala desa jojjolo, Ketua BPD Desa Jojjolo, Ketua TPK desa Jojjolo, Kepala Dusun Batunilamung, Kepala Dusun Lembang dan KOMAPK Bontoa.

Dalam pernyataan sikapnya KOMPAK Bontoa mengangkat dua grand isu yaitu Pekerjaan Jalan Ruas Annisia-Batulohe (Aspal/Laston) dan Pembangunan Posyandu di dusun Batunilamung dan dusun Lembang.

“Menyoal soal ruas jalan Annisia -Batulohe yang sudah puluhan tahun tidak ada pembangunan lebih khusus di Kampung Bontoa. Makanya kami resah selaku pemuda dan lebih lagi pembangunan Posyandu yang kita nilai banyak kejanggalan. Dan itu perlu kami minta kepada pihak terkait untuk memberi kejelasan,” tegas Amin Rais salah satu anggota dari KOMPAK.

Mediasi itu berjalan Alot, beberapa tuntutan dari Komunitas Pemuda Kampung (KOMPAK) Bontoa dipenuhi dan diklarifikasi langsung oleh pemerintah desa serta jajarannya. Menyoal soal ruas jalan tersebut namun permintaan beberapa berkas transparansi anggaran belum bisa di penuhi dan diperlihatkan soal Posyandu pada saat Mediasi.

“Kami selaku pemerintah desa bersedia dan berkomitmen bersama KOMPAK Bontoa mengawal bagaimana Ruas Jalan Annisia – Batulohe dituntaskan di tahun 2022. Namun terkait soal Berkas transparansi pembangunan Posyandu kami belum dapat memperlihatkan. Kami akan melakukan koordinasi internal terlebih dahulu,” jelas Hj. Marniati disambung bersama jajarannya.

Sementara itu, Sultan menyampaikan, terkait transparansi dana dalam pembangunan Posyandu tersebut merupakan hal sensitif yang harus jelas dan disampaikan setransparan mungkin. Dan selaku bentuk pengawalan pemuda kepada pemerintah kami meminta rincian penganggaran tersebut.

“Transparansi anggaran dalam pembangunan Posyandu tersebut harus dilakukan demi menghindari isu dan stigma negatif dari masyarakat, Apabila tidak dapat di penuhi maka kami dari KOMPAK Bontoa akan melakukan tindakan yang kami anggap benar dan sesuai prosedur,” ujar Sultan yang juga dari KOMPAK Bontoa.

Kamaluddin yang juga dari KOMPAK Bontoa mengungkapkan, mediasi antara KOMPAK Bontoa dan pihak Desa Jojjolo mengenai infrastruktur berjalan dengan baik dan memuaskan. Begitu KOMPAK mempertanyakan transparansi anggaran pembangunan Posyandu kepada Kepala Desa jojjolo, BPD, dan TPK tapi tidak mau berikan transparansi.

“Ini ada kenapa harus dirahasiakan, dan menurut kami dari pemuda Bontoa wajib juga mengawal pembangunan ini, dan harus tahu soal belanja barang dari Anggara hampir 100 juta itu. Jadi kami minta kepada pihak yang terkait, mari kita buktikan bahwa pembangunan Posyandu yang ada di Desa Jojjolo, yang terletak di dua Dusun yaitu Dusun Lembang dan Dusun Batunilamung tidak menimbulkan kecurigaan kepada warga,” ungkap Kama.

Selain itu, Drs. Muhammad Salman selaku Camat Bulukumpa berpesan, bahwa adanya kritikan dari Pemuda Bontoa. Tentu ini menjadi angin segar terhadap pemerintah Desa Jojjolo dan warga Desa Jojjolo, karena dapat membantu percepatan pembangunan Desa dan kebaikan bagi warga Desa Jojjolo.

“Saya selaku Camat Bulukumpa, sangat bertemakasih adanya gerakan Pemuda Bontoa ini. Karena tidak lain hanya ingin melihat kampung mereka menjadi lebih baik, dan kami harap agar tetap menjaga semangatnya. Perlu ketahui bersama bahwa pemuda masa lalu adalah pemimpin masa sekarang, dan pemuda masa sekarang adalah pemimpin masa yang akan datang,” tutup Salman. (Irham/RedaksiPeduli).

Stay connect With Us :