PEDULIRAKYAT.CO.ID, LUWU UTARA —Katakerja melakukan kegiatan Ensiklopedia Pangan Lokal Olahan Daerah Sulawesi Selatan – Sulawesi Barat yang bertempat di Aula I Laga Ligo Kabupaten Luwu Utara yang bekerjasama dengan salah satu instansi pemerintahan yang ada Luwu Utara yaitu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Sabtu (15/10/2022) kemarin.
Acara yang diselenggarakan itu, yang dihadiri oleh beberapa organisasi kepemudaan dan beberapa masyarakat umum itu berlangsung dengan sangat hikmat dan cukup meriah.
Di awali dengan sambutan kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang saat itu dibawakan oleh Marsam, S.Sos. selaku Kepala Bidang Kebudayaan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sangat penting dalam melestarikan makanan daerah khusus tanah luwu.
“Salah satunya sagu sebagai sumber pangan masyarakat,” ucapnya sekaligus membuka acara tersebut.
Sementara itu, dilanjutkan dengan pelaporan kegiatan Ensiklopedia Pangan Olahan oleh direktur katakerja Nurul Hikmah, ia mengatakan bahwa Katakerja merupakan sebuah komunitas berbasis perpustakaan dan literasi baik music, sejarah, film, dan sebagainya.
“Kami menyelenggarakan kegiatan ini agar olahan pangan daerah yang ada Sulawesi Selatan – Sulawesi Barat khusus tanah luwu agar dapat mengedukasi dan memotivasi agar makanan lokal tidak dilengserkan oleh makanan modern saat ini,” kata Nurul.
“Kami berharap bahwa para siswa dapat lebih awarde dengan kebudayaan lokal utamanya dari pangan olahan,” tambahnya.
Selain itu, acara dilanjutkan dengan Talkshow dan dialog interaktif dengan pemateri luar biasa yang dibawakan oleh Drs. Yasir Taba, Apt. ia menjelaskan bahwa terdapat banyak gizi dalam makanan khas Luwu, salah satunya sinole yang kaya akan antioksidan yang mampu mengurai racun dalam tubuh.
“Hingga yang terekskresi dari selulosa yang memiliki rantai yang sangat Panjang dan linear yang mampu meminimalisir zat beracun,” jelas Yasir.
Kemudian, Talkshow kedua yang dibawakan oleh Fajar Siddiq Limola, ia menyampaikan bahwa ada empat faktor yang mempengaruhi makanan sebagai makanan tradisional, yakni bahan utama, Teknik pengolahan, komposisi, racikan, dan cita rasa,
Diketahui, setalah acara selesai dilanjutkan dengan sesi demo masak yang menyajikan berbagai makanan kuliner khus Sulawesi Selatan – Sulawesi Barat mulai dari Dangkot, Kapurung, Tabu-Tabu, dan lain-lain. dan menu yang paling spesial pada demo masak kegiatan itu yaitu Jus Sulikan sebuah khas dari tanah luwu.
Dan acara yang diselenggarakan itu terdiri dari beberapa tempat dengan puncak Festival Besar di Benteng Fort Roterdam.


Tinggalkan Balasan