PEDULIRAKYAT.CO.ID, MAKASSAR — Diduga Korupsi, Nurdin Abdullah (Gubernur Sulsel) ditangkap KPK bersama beberapa orang ikut diamankan. Penangkapan ini berdasarkan Surat Perintah Penyelidikan (Sprindik) No : Sprin.Lidik-98/01/10/2020.
Berikut beberapa orang yang turut diamankan Tim KPK:
Agung Sucipto (Kontraktor, 64 Tahun)
Nuryadi (Sopir Pak Agung, 36 Tahun)
Samsul Bahri (Adc Gubernur Sulsel, Polri, 48 Tahun)
Edy Rahmat (Sekdis PU Provinsi Sulawesi Selatan)
Irfandi (Sopir Edy Rahmat)
Diketahui, barang bukti yang diamankan oleh Tim KPK yaitu 1 (satu) koper yang berisi uang sebesar Rp.1 M yang di amankan di Rumah Makan Nelayan Jl. Ali Malaka, Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar.
Juru Bicara (jubir) Nurdin Abdullah, Veronica Miranty yang coba dikonfirmasi awak media, tapi tak menjelaskan secara pasti perihal peristiwa tersebut.
“Tabe.. sejauh ini kami belum bisa mengonfirmasi hal ini sekrang. Secepatnya akan kami kabari apabila sudah terima informasi,” ujarnya melalui Whatsapp ke awak media, Sabtu (27/2/2021).
Selain itu, Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri membenarkan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Sabtu (27/2/2021) dini hari.
“Tengah malam, KPK melakukan tangkap tangan terhadap kepala daerah di Sulawesi Selatan terkait dugaan tindak pidana korupsi,” ungkap Fikri.
Ia meminta publik untuk menunggu pengumuman resmi dari pimpinan KPK soal kasus tersebut.
Penjelasan Istri Nurdin (Gubernur Sulsel
“Semoga Bapak hanya saksi:
Info dari Nyonya Gub (Ibu Lies)
.. Ijin meluruskan, Bapak Gubernur dijemput di Rujab untuk diambil keteranganx karena yang OTT di RM Nelayan adalah Adc yang notabene dianggap paling dekat dengan beliau dan Pak Edi Sekrt PU. Bapak tidak di tempat saat OTT🙏🙏🙏🙏
Ass. Sahabat Dekra yang saya sayangi. Do’akan bapak yaaaa. Tadi pagi bapak didatangi KPK secara mendadak berkenaan dg ada Staff bapak yg menerima dana. Bapak akan dimintai keterangan. Semoga Allah S. W. T memudahkan semuanya. In syaa Allah,” katanya dalam keterangannya yang beredar di grup WA dikutip pedulirakyat.co.id.
Selain itu, yang beredar pamflet yang dianggap pernyataan Nurdin Abdullah (Gubenur Sulawesi Selatan), bahwa dirinya gampang dijatuhkan karena tidak ada kekuatan politiknya.
“Saya bukan orang politik. Saya orang pekerja. Jadi gampang kalau mau jatuhkan saya, saya tidak ada kekuatan politik. Tapi ingat ada Tuhan Yang Maha Kuasa” jelas Nurdin Gubernur Sulsel sesuai dikutip dari pamflet yang beredar mengatasi namakan Nurdin Abdullah Gubernur Sulawesi Selatan (Pelantikan Eselon II Pemrov Sulsel) 26 Agustus 2019. (RedaksiPeduli).


Tinggalkan Balasan