PEDULIRAKYAT.CO.ID, KALTIM — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Kalimantan Timur (Kaltim) sukses Gelar Webinar Nasional, bahas tentang batas usia capres-cawapres pasca putusan Mahkamah Konsitusi (MK), berlangsung pada Selasa, (17/10/2023) malam.
Webinar ini dihadiri sekitar 60 lebih orang peserta dari berbagai daerah dalam provinsi kaltim maupun dari luar Kalimantan. Dengan menghadirkan yaitu, Harmoko M.Said selaku aktivis nasional dan Ahmad Rama efrizal selaku founder Bangka Belitung Mendunia. Kemudian Rendy Zulkarnain sebagai ketua DPW PGK Kaltim dan tokoh muda OICCA selaku pemantik dalam Webinar tersebut.
Harmoko mengatakan, bahwa dari kegiatan ini banyak hal positif yang didapatkan oleh peserta. Seperti pemahaman mengenai dasar konstitusi, politik hukum dan Lembaga konstitusi dalam bernegara.
“Pada dasarnya kami menghormati putusan MK karena bersifat final dan mengikat sehingga kita sebagai warga negara yang baik seyogyanya mengikuti putusan tersebut,” kata Harmoko.
Sementara itu, Rendy mengungkapkan bahwa perlu memberikan masukan dan menjadi penyeimbang pemerintah dalam mengambil kebijakan. Terutama dalam putusan peradilan yang sifatnya untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia
“Sehingga kedepannya para hakim mahkamah konstitusi dalam menangani perkara, dapat melihat secara netral sesuai peraturan dan logika hukum agar keputusan yang diambil tidak memberikan rasa negative bagi masyarakat,” ungkap Rendy.
Dalam putusan MK ini ujar Rendy, memang banyak mengalami respon majemuk dari berbagai kalangan, sehingga DPW PGK Kaltim dengan ini mengambil kebijakan untuk tetap berpedoman pada putusan tersebut. Apalagi saat ini kalangan muda dan milenial yang sudah mumpuni dan pernah menjabat sebagai pemimpin, di dalam masyarakat dan suatu daerah diharapkan dapat mampu menjadi pemimpin untuk masyarakat secara luas dalam kerangka negara Indonesia.
“Kami menghimbau dan mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat khususnya kaum muda untuk dapat menerima putusan MK tersebut. Sehingga dalam menuju Pemilu 2024 kita dapat menjaga kondusifitas penyelenggaran Pemilu khususnya dalam ketertiban dan keamanan dikalangan masyarakat,” tegas Rendy.


Tinggalkan Balasan