PEDULIRAKYAT.CO.ID, BULUKUMBA — Andi Edy Manaf (Wakil Bupati Bulukumba) resmi buka Musyawarah Daerah (Musyda) XIV Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Bulukumba, berlangsung di Aula Ruang Pola Bulukumba, Sabtu (4/11/2023).
Musyawarah ini, mengusung tema “Sinergitas Perempuan Muda Menguatkan Peradaban Bulukumba”. Sesuai pantauan redaksi pedulirakyat.co.id, pada pembukaan ini dihadiri ratusan orang dari berbagai instansi.
Satnawati (Ketua Nasyiatul Aisyiyah Bulukumba) dalam sambutannya menjelaskan, bahwa di Nasyiatul Aisyiyah ini adalah tempat untuk mengabdi dalam hal melakukan kegiatan-kegiatan bermanfaat untuk masyarakat.
“Semoga kedepannya pimpinan yang terpilih ini dapat mempertahankan apa yang sudah dilakukan. Juga terus memberikan yang terbaik untuk PDNA Bulukumba, serta melahirkan program yang memberikan dampak yang baik di lembaga maupun masyarakat. Kami harap agar Nasyiah bisa berkolaborasi dengan semua stakeholder untuk memajukan peradaban Bulukumba,” jelas Satnah.
Sementara itu, PW Nasyiatul Aisyiyah, Nur Khaerah menyampaikan, bahwa periode Nasyitul Aisyiyah Bulukumba ini adalah memiliki prestasi yang luar biasa. Dimana NA Bulukumba ini telah membuktikan eksistensinya baik tingkat nasional maupun di tingkat internasional.
“Kami sangat apresiasi atas pencapaian NA Bulukumba ini, dia sudah bisa mandiri selaku organisasi perempuan. Karena pada Musda ini bisa membiayai sendiri tanpa bantuan dari pemerintah dan instansi lainnya,” ujar Khaerah.
Selain itu, Edy Manaf (Wakil Bupati Bulukumba) mengungkapkan bahwa Nasyiatul Aisyiyah Bulukumba ini program-program yang dilakukan cukup membumi. Karena baru saja ada organisasi di Bulukumba betul-betul mandiri, tidak meminta bantuan dari pemerintah dan instansi lain.
“Bahkan dia hadir di rumah, hanya membawa kue untuk istri saya tanpa meminta sesuatu, ibu ketua ini hanya mengharapkan kehadiran saya dipembukaan Musyawarahnya,” ungkap Edy.
“Kami berharap agar Musyawarah ini mampu membangun suasana dinamis. Karena kita melihat Musyawarah-Musyawarah di organisasi lain, biasa berimbas dinamika berkepanjangan. Nah, kalau aya melihat di roda Organisasi Muhammadiyah Bulukumba, yang menonjol saya lihat adalah Nasyiatul Aisyiyah,” tambahnya.
Terlahir kata Edy, khususnya di Nasyiatul Aisyiyah, tentu ini menjadi tugas bersama, karena perkawinan usia dini sangat tinggi di Sulsel. Toraja urutan pertama, kedua Palopo ketiga di Bulukumba. “Jadi kita di Bulukumba urutan ke 3, jadi ini tugas kita bersama bagaimana kita bisa menekan angka perkawinan dini di Kabupaten Bulukumba,” tutupnya.


Tinggalkan Balasan