PEDULIRAKYAT.CO.ID, BULUKUMBA — Baru-baru ini Raj Suhendra selaku Area Manager Agronomy Jawa dan Sulawesi (AMA Jasul) PT. London Sumatera Tbk, dapat sorotan dari warga sekitar Perkebunan Karet di Desa Tamatto Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba Sulsel.
Ia diduga, melakukan perbuatan isu Sara, bahwa AMA Raj Suhendra menyinggung perasaan Umat Islam sekitar wilayah itu. Sampai ia, diminta angkat kaki dari Kabupaten Bulukumba, itu sesuai diberitakan salah satu media online di Bulukumba.
Sementara itu, redaksi pedulirakyat.co.id konfirmasi langsung kepada Raj Suhendra, ia menjelaskan bahwa sebenarnya tidak menyangka perkataan seperti itu bisa dibesar-besarkan. Lagian kejadian ini sudah lama, yaitu pada tanggal 1 Desember 2022 dan baru akhir Januari 2023 ini dipersoalkan.
“Perlu saya jelaskan, bahwa pada saat itu kami turun ke Lapangan dalam hal ini di Perkebunan Karet, Wilayah Palangisang Estate. Saat itu kami berbincang dengan Staf saya atau Asisten Area Palangisang, Pak Imam Taufik Siregar dengan menanyakan soal batas kebun karet yang dikerjakan oleh karyawan (Batas Ancak).
Namun dia tidak tahu, dan salah satu karyawan kami temani saat itu dia tahu soal Batas Ancak, jadi saya bilang itu tahu, kenapa kamu tidak tahu. Namun Pak Imam saat itu bilang, saya tidak bilang tadi tidak tahu, jadi saya bilang jangan bohong kalau bapak bohong kan percuma saja salat,” jelas Raj, Selasa (31/1/2023).
“Tapi ucapan saya seperti itu, tidak ada niat untuk menyinggung soal Agama atau menjelekkkan, hanya saja ini persoalan Personal Assistant dengan saya dalam lingkungan kerja kami. Lagian, dengan adanya keributan kemarin, kami dengan Pak Imam sudah membuat surat Pernyataan Kesepakatan Bersama, dengan saling memaafkan tidak ada lagi tuntutan dibelakang hari,” tambahnya.
Lanjut, Raj Suhendra menyayangkan soal pemberitaan media yang tidak berimbang, karena beberapa media memberitakan tidak sesuai dengan fakta kejadian.
“Ada pemberitaan media bahwa karyawan saya marahi telat masuk kerja karena dari salat, pernyataan itu tidak benar pak. Saya berharap, agar persoalan ini tidak dipermasalahkan lagi, karena kami sudah melakukan kesepakatan bersama dengan pihak yang bersangkutan dalam hal ini pak Imam dengan disaksikan oleh tiga orang,” ujar Raj.
Lebih lanjut Raj Suhendra, katanya ia sudah kurang lebih 6 tahun berada di Kabupaten Bulukumba sebagai AMA Jasul. Tentunya ia mengajak kepada warga agar saling bergandengan tangan demi kemajuan daerah. Dirinya pun, sampai hari ini heran, karena sudah beberapa bulan baru ada kelompok permasalahkan, sementara yang ada saat itu tidak ada yang mempermasalahkan, karena dipahami habya internal pekerjaan.
“Jadi soal saya angkat kaki dari Bulukumba, saya harap agar itu tidak terjadi karena sampai hari ini kami senang bersama warga Bulukumba. Saya hadir di Bulukumba karena tugas pekerjaan, jadi kalau saya tinggalkan Bulukumba itu tergantung kebijakan dari atasan kami pak,” kata Raj.
Diketahui, bahwa Ketua MUI Bulukumba sudah memberikan tanggapan terkait hal tersebut, dan disampaikan sesuai diberitakan salah satu media online di Bulukumba. Bahwa terkait perkataan, Raj Suhendra tidak mengandung Sara, sehingga Ketua MUI menghimbau kepada seluruh masyarakat khususnya di Bulukumba dalam hal ini Warga Desa Tamatto agar tidak mudah terprovokasi.


Tinggalkan Balasan