PEDULIRAKYAT.CO.ID, OKU TIMUR — Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) OKU Timur turut berpartisipasi dalam kegiatan Masa Taaruf (Masta) Universitas Muhammadiyah OKU Timur (UM OKU Timur) 2026.

Kehadiran IMM menjadi momentum memperkenalkan peran dan gerakan organisasi sekaligus mengajak mahasiswa baru membangun keberanian berpikir kritis, memiliki kepedulian sosial, dan aktif berkontribusi bagi masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di Kampus UM OKU Timur, Harjowinangun, Kecamatan Belitang, Kabupaten OKU Timur, Sabtu (5/9/2026) tersebut diisi dengan pengenalan organisasi kemahasiswaan serta penguatan wawasan kebangsaan.

Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa baru diajak memahami bahwa kehidupan perguruan tinggi tidak hanya berkaitan dengan aktivitas akademik, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun karakter, kepemimpinan, kepedulian sosial, dan kemampuan membaca berbagai persoalan publik.

Mahasiswa Harus Berani Mengawal Kebijakan

Ketua Umum PC IMM OKU Timur, Redi Dwi Anggara, menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru UM OKU Timur. Ia mengajak mahasiswa untuk tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi juga membangun keberanian berpikir kritis dan kepekaan terhadap kondisi masyarakat.

“Jadilah generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keberanian untuk berpikir kritis dan peka terhadap persoalan masyarakat,” ujar Redi.

Redi menegaskan, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai kekuatan moral dan intelektual dalam mengawal kebijakan pemerintah.

“Mahasiswa harus mengambil peran sebagai kekuatan moral dan intelektual dalam mengawal kebijakan pemerintah. Menjadikan kampus sebagai ruang untuk belajar, berdialektika, menyampaikan kritik secara konstruktif, serta memastikan setiap kebijakan benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat,” tegas Redi kepada awak media, Ahad (6/9/2026).

Kampus Bukan Sekadar Tempat Mengejar Nilai

Fasilitator Orasi Kebangsaan, Preli Yulianto, mengatakan momentum masuk perguruan tinggi harus menjadi awal bagi mahasiswa untuk membangun keberanian berpikir kritis sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap persoalan bangsa.

Menurut Preli, mahasiswa tidak boleh hanya berorientasi pada nilai akademik. Mereka juga memiliki tanggung jawab sebagai kontrol sosial dalam kehidupan demokrasi.

“Mahasiswa jangan hanya menjadi generasi yang sibuk mengejar nilai akademik, tetapi harus hadir sebagai kontrol sosial yang berani mengawal kebijakan pemerintah, menyuarakan kepentingan rakyat, dan menjaga demokrasi tetap sehat,” ujar Preli, mahasiswa S2 Pascasarjana Ilmu Pertanian Universitas Muhammadiyah Palembang.

IMM Dorong Tradisi Intelektual
Ketua Umum Pimpinan Komisariat IMM An Nafi, Muhammad Rohman Hidayatullah, mengatakan mahasiswa baru perlu membangun keseimbangan antara prestasi akademik dan kepedulian terhadap persoalan bangsa.

“Universitas Muhammadiyah OKU Timur dapat menjadi ruang lahirnya generasi yang mampu mengawal kebijakan pemerintah dengan intelektualitas dan integritas,” ujar Rohman kepada awak media, Ahad (6/9/2026).

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Komisariat IMM Djazman Al-Kindi, Fahrunisa Nabila, menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah tidak identik dengan sikap anti-pemerintah.

Menurutnya, kritik merupakan bagian dari kontrol sosial dalam menjaga demokrasi dan memastikan kekuasaan tetap berpihak kepada masyarakat.

“Mahasiswa harus berani bertanya, mengkaji, dan mengawal setiap kebijakan secara objektif. Pemerintah membutuhkan kontrol sosial agar setiap kebijakan benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat,” ujar Fahrunisa.

Ia juga mengajak mahasiswa baru UM OKU Timur menjadi generasi yang kritis, responsif, dan tidak apatis terhadap persoalan publik.

Idealisme Harus Menjadi Energi Perubahan
Ketua Umum Pimpinan Komisariat IMM Al-Fazza, Andre, menilai kehidupan mahasiswa tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Menurutnya, mahasiswa juga memiliki tanggung jawab untuk memahami dan mengawasi berbagai persoalan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Mahasiswa baru harus menjadikan idealisme sebagai energi untuk mengawal kebijakan, bukan sekadar mengikuti arus,” ujar Andre.

Senada, Ketua Umum Pimpinan Komisariat IMM Ali Bin Abi Thalib, Khoirulsyah, mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadi penonton ketika kebijakan publik berpotensi memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

“Mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah OKU Timur harus mulai membangun tradisi kritis, berbasis data, dan berani menyampaikan aspirasi secara konstitusional,” ujar Khoirulsyah.

Kritik Harus Santun dan Argumentatif
Ketua Umum Pimpinan Komisariat IMM STIPER Belitang, Arman, mengatakan mahasiswa merupakan salah satu kekuatan moral dalam kehidupan demokrasi.

Ia mengajak mahasiswa baru memanfaatkan ruang akademik dan organisasi untuk mengembangkan kemampuan berpikir sekaligus berkontribusi dalam mengawal kebijakan publik.

“Mari gunakan ruang akademik dan organisasi untuk mengawal kebijakan pemerintah secara kritis, santun, argumentatif, dan berpihak pada kepentingan rakyat,” ujar Arman kepada awak media.

IMM Jadi Ruang Pengembangan Minat dan Bakat

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan DPD IMM Sumatera Selatan, Kukuh Arianto. Ia menyampaikan pentingnya mahasiswa baru mulai berorganisasi sebagai bagian dari proses pengembangan diri selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Menurut Kukuh, organisasi mahasiswa dapat menjadi ruang untuk mengembangkan minat, bakat, kepemimpinan, kemampuan komunikasi, serta pengalaman sosial mahasiswa.

Ia juga merekomendasikan IMM sebagai salah satu wadah yang dapat dipertimbangkan mahasiswa UM OKU Timur untuk mengembangkan potensi diri sekaligus memperluas pengalaman berorganisasi.

Kegiatan Masta 2026 tersebut menjadi momentum bagi PC IMM OKU Timur untuk memperkenalkan organisasi sekaligus menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis dalam kehidupan masyarakat dan negara. Mahasiswa bukan hanya dituntut untuk cerdas secara akademik, tetapi juga harus memiliki keberanian berpikir, kepedulian sosial, integritas, dan kemampuan menyampaikan aspirasi secara bertanggung jawab.

Dari kampus, mahasiswa belajar. Dari organisasi, mahasiswa ditempa. Dari masyarakat, mahasiswa memahami realitas. Dan untuk bangsa, mahasiswa harus berani mengambil peran.

Stay connect With Us :