PEDULIRAKYAT.CO.ID, BULUKUMBA — Salah satu pendukung Andi Utta, Patahuddin Anta secara terang-terangan menyampaikan pro-kontra atas tulisannya disampaikan di Group Whatsapp Warga Bulukumpa-Rilau Ale, pada malam Rabu, 6 Agustus 2024 kemarin sekitar pukul 20.00.
Dalam tulisannya, Patahuddin Anta menyampaikan, tentang bunyi Pancasila yang tidak sesui isi yang sebenarnya.
“PANCASILA. 1. KETUHANAN YG MAHA ESA. 2. KEMANUSIAAN YG ADIL DAN BERADAB. 3. PERSATUAN HB. 4. KERAKYATAN YG DIPIMPIN OLEH ANDI UTTA. 5. KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT BULUKUMBA.” ungkap Patahuddin Anta di Group Whatsapp Warga Bulukumpa-Rilau Ale itu.

Dari tulisan tersebut, sehingga menuai banyak sorotan sampai ada bakal melaporkan atas tulisannya itu. Karena diduga melecehkan Pancasila sebagai Ideologi Negara.
Seperti disampaikan, Yurdinawan bahwa Kerukunan Keluarga Mahasiswa Bulukumba (KKMB) Unismuh Makassar sebuah organisasi daerah, secara resmi akan melaporkan soal kegaduhan yang terjadi ruang publik.
“Sebentar kita akan melapor secara resmi di Polda Sulsel,” tulis Yurdinawan, Rabu 7 Agustus 2024.
Dimana diketahui kata Yurdinawan, bahwa meniadakan atau mengganti Pancasila sebagai dasar Negara dipidana, sebagaimana bunyi dalam UU. “Setiap orang yang menyatakan keinginannya di muka umum dengan liasan, tulisan atau melalui media apa pun untuk meniadakan atau mengganti Pancasila sebagai dasar Negara dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun,” tulis Pasal 190 ayat 1 dalam draf RKUHP final dan draf 2019.
Sesuai pantauan redaksi, di Group Whatsapp FORUM DISKUSI BULUKUMBA atas nama Barisan Muda mengungkapkan, bahwa akan menyikapi atas tulisan itu karena mencoreng dasar negara.
“Perlu disikapi ini mencoreng dasar Negara. Perlu dikonsolidasikan ini kita hajar di Polda tidak benar ini provokasinya,” ungkapnya.
Sementara di Group Whatsapp BULUKUMBA ACCARITA, juga ada salah satu anggota Group menyampaikan bahwa akan melaporkan atas tulisan Patahuddin Anta itu.
Ilham Rahmat menyampaikan di grup tersebut. “Bisa2nya ideologi Negara na kasih begini, sama saja ini kalau Negara dia lecehkan,” kata Ilham Rahmat.
Kemudian A. Armayudi Syam, S.IPM. AP menjawab “Laporkan”, kata dia.
Diketahui, tulisan Patahuddin Anta itu sudah dihapus di Grup Whatsapp Warga Bulukumpa-Rilau Ale. Namun sesuai pengakuan Patahuddin Anta bahwa dia sendiri pegang hpnya, karena ada salah satu anggota Group menduga bahwa kemungkinan bukan dia pegang hpnya.
Namun pengakuannya jelas, katanya dia sendiri pegang hpnya. “Saya yg pegang hpku kenapa memang,” kata Patahuddin Anta dalam tulisan chat di Group Whatsapp Warga Bulukumpa-Rilau Ale itu namun admin Group sudah menghapus tapi masih terbaca apa yang ditulisnya.

Selain itu, dikonfirmasi langsung Patahuddin Anta, ia menyampaikan permohonan maafnya dan mengaku bersalah atas tulisan di Group Whatsapp Warga Bulukumpa-Rilau Ale.
“Assalamualaikum Wr Wb, dimana tadi malam di Group Bulukumpa-Rilau Ale tidak ada unsur mau merubah namanya Pancasila. Saya mohon maaf atas kelancangan saya semalam, namun setelah saya pikir-pikir memang saya bersalah. Jadi buat teman-teman baik di Group diamanapun berada saya mohon maaf,” kata Patahuddin dalam video yang dikirim ke redaksi pedulirakyat.co.id, Rabu (7/8).


1 Komentar