PEDULIRAKYAT.CO.ID, JAKARTA — Momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2027 diharapkan tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi generasi muda untuk mengambil peran lebih besar dalam menentukan arah masa depan bangsa.
Hal tersebut disampaikan Muabbir, ST, sosok kader muda Partai Gerindra sekaligus Tenaga Ahli DPR RI, yang menilai pemuda memiliki posisi strategis dalam menjaga semangat kemerdekaan sekaligus menjawab berbagai tantangan Indonesia ke depan.
Menurut Muabbir, semangat kemerdekaan harus diterjemahkan melalui kerja nyata, peningkatan kapasitas diri, serta keberanian generasi muda untuk terlibat dalam pembangunan.
“Kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pendahulu, tetapi bagaimana generasi hari ini mampu melanjutkan perjuangan tersebut melalui karya, inovasi, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat,” kata Muabbir dalam keterangan rilisnya, Minggu (16/8/2026).
Ia juga mendorong generasi muda untuk ikut mendukung berbagai program prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat pembangunan nasional. Dukungan tersebut, menurutnya, dapat diwujudkan dengan berpartisipasi secara aktif, memberikan gagasan konstruktif, serta ikut menyukseskan program pemerintah di tengah masyarakat.
“Pemuda harus menjadi bagian dari pembangunan. Program-program prioritas pemerintah tentu membutuhkan dukungan dan partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda. Jangan hanya menjadi penonton, tetapi ikut mengambil peran sesuai dengan kemampuan dan bidang masing-masing,” ujar Muabbir.
Ia menilai perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang begitu cepat membuat generasi muda harus memiliki kemampuan beradaptasi. Pemuda juga dituntut mampu menjadi mitra kritis pemerintah, yakni memberikan masukan dan kritik yang konstruktif sekaligus mendukung kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat.
Muabbir berharap momentum HUT ke-82 Kemerdekaan RI pada 2027 dapat menjadi titik penguatan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, pelaku usaha, serta generasi muda.
“Pemuda harus berani bermimpi besar, tetapi juga harus mau bekerja keras untuk mewujudkan mimpi tersebut. Indonesia membutuhkan generasi yang kompeten, berintegritas, memiliki kepedulian sosial, dan mampu menjaga persatuan,” katanya.
Sebagai kader muda Partai Gerindra dan Tenaga Ahli DPR RI, Muabbir juga menekankan pentingnya membuka ruang yang lebih luas bagi anak muda untuk menyampaikan gagasan dan terlibat dalam proses pembangunan maupun pengambilan kebijakan publik.
Ia berharap semakin banyak anak muda yang tidak apatis terhadap persoalan bangsa dan justru mengambil bagian sesuai dengan bidang serta kapasitas masing-masing.
“Harapan saya, di usia Indonesia yang semakin matang, pemuda tidak kehilangan idealisme. Jadikan teknologi sebagai alat untuk berkarya, politik sebagai ruang pengabdian, dan pendidikan sebagai fondasi untuk membangun masa depan. Mari kita dukung program-program prioritas pemerintah dengan semangat gotong royong dan tetap memberikan kontribusi terbaik untuk masyarakat,” tutur Muabbir.
Menurutnya, Indonesia membutuhkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga karakter kebangsaan yang kuat. Semangat gotong royong, persatuan, toleransi, dan kepedulian terhadap masyarakat harus tetap menjadi nilai yang dijaga di tengah perubahan zaman.
“17 Agustus harus menjadi pengingat bahwa bangsa ini dibangun oleh orang-orang yang memiliki keberanian untuk bermimpi tentang Indonesia yang merdeka. Tugas pemuda hari ini adalah meneruskan mimpi itu dengan menghadirkan Indonesia yang semakin maju, adil, dan sejahtera,” pungkasnya.
Selamat HUT ke-82 Kemerdekaan Republik Indonesia. Merdeka!


Tinggalkan Balasan