PEDULIRAKYAT.CO.ID, MAKASSAR — Adnan Faad, Pemuda Sulsel menyatakan bahwa dalam aksi demonstrasi beberapa hari ini yang terjadi di seluruh Indonesia adalah bentuk kekecawaan masyarakat terhadap wakil rakyat.

“Seluruh gerakan yang terjadi, sulsel lah yang mengalami dinamika gerakan paling besar yang menyebabkan beberapa fasilitas negara hancur dan mengalami kerugian paling besar dampak dari kekecewaan masyarakat. Lebih dari pada itu, mulai dari tanggal 25 Agustus sampai hari ini Sulawesi Selatan terhitung paling banyak memakan korban dari semua daerah diseluruh Indonesia terhitung saat ini 5 korban jiwa dalam gerakan ini,” jelas Faad sesuai dengan keterangannya, Rabu (3/9/2025).

Yang menjadi sorotan dari aksi demonstrasi ini adalah tidak adanya tindakan kepedulian dan perhatian terhadap masyarakat Sulsel.

Faad, menegaskan juga bahwa ia sangat menyayangkan berapa banyak pejabat yang tergabung dalam kabinet merah putih selaku pembantu kerja Presiden RI. Terkhususnya yang berasal dari Sulsel tanah kelahirannya ada Mentri dan Wakil Mentri yang sampai hari ini hanya sibuk mengurusi tahta, kepentingan dan peribadinya masing-masing.

“Buktinya gerakan yang terjadi mulai tanggal 25 sampai hari ini Sulsel lah yang mengalami kerugian terbesar sampai menelan korban jiwa!. Dan sampai hari ini tidak ada satupun mentri atau wakil mentri yang hadir merangkul sampai memberikan kepedulian dan perhatiannya terhadap masyarakat Sulsel,” tegas Faad.

“Presiden prabowo telah gagal menempatkan dan mempercayakan Mentri dan Wakil Mentri dari perwakilan Sulawesi Selatan,” tambahnya.

Ini membuktikan, kata Faad, bahwa pemuda, mahasiswa dan masyarakat Sulsel tak lagi percaya terhadap pembantu Presiden khususnya yang berasal dari Sulsel.

“Yang terhormat presiden RI prabowo harus mempertimbangkan kembali untuk mengresuffle kembali kabinet yang asal wilayahnya terjadi aksi yang merugikan negara sampai menelan korban jiwa! Terhususnya dari Sulsel,” tutupnya.

Stay connect With Us :