PEDULIRAKYAT.CO.ID, PALEMBANG —  Kerusuhan pecah di sekitar DPRD Sumsel, Samsat, tvri dan polda sumsel pada Minggu (31/8) dini hari. Massa bertindak spontan hingga sulit dikendalikan aparat.

Lulusan Akademi Politik DPP IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah), Syamil Yanuardi, yang juga mantan Ketua Umum PC IMM UIN Raden Fatah, menyebut aksi ini merupakan bentuk spontanitas warga atas isu sosial yang berkembang di Indonesia.

“Agenda aksi di Sumsel seharusnya 1 September, sempat tertunda pada 29 Agustus. Namun massa sudah bergerak lebih dulu malam tadi,” kata Syamil, sesuai keterangannya kepada PeduliRakyat.co.id, Minggu (31/8/2025).

Syamil menilai fenomena ini menjadi warning bagi pemerintah, mengingat awal kerusuhan dipicu tutur kata liar anggota DPR RI yang kemudian menyulut aksi massa di berbagai daerah, termasuk Makassar yang berujung pembakaran gedung DPRD.

Menurutnya, pemerintah harus lebih berhati-hati dalam perkataan dan kebijakan. “Teori Gabriel Tarde menyebut masyarakat terbentuk karena individu saling meniru. Apalagi di era arus informasi yang cepat, dampaknya bisa segera menyebar,” tegasnya.

Dalam perspektif sosio-Islam, lanjutnya, manusia memang cenderung meniru perilaku orang lain. Namun Islam menekankan agar kecenderungan itu diarahkan pada uswah hasanah teladan baik sebagaimana Rasulullah SAW menjadi contoh utama bagi umat.

Stay connect With Us :