Oleh: Nurhasan (Mahasiswa Pasca Sarjana STKIP Arrahmaniyah)
PEDULIRAKYAT.CO.ID — Perundungan atau bullying sesuatu hal yang tidak boleh ada, apalagi di lingkungan sekolah, contoh dari perundungan atau bullying mulai dari penghinaan, ejekan, pengucilan, sampai tindakan fisik yang menyakitkan. Sekolah sebagai salah satu tempat untuk membentuk karakter anak menjadi lebih baik, membentuk anak memiliki akhlakul karimah yang baik sehingga nanti setelah dewasa terjun ke masyarakat dapat menjadi seorang warga negara yang berguna bagi bangsa dan negara. Salah satu cara untuk mencegah terjadinya perundungan adalah dengan menerapkan nilai dan norma di sekolah secara konsisten.
Norma sekolah itu adalah aturan atau kesepakatan baik yang telah disepakati bersama dan dipegang bersama oleh semua warga sekolah, seperti kedisiplinan hadir tepat waktu, memakai seragam lengkap dan rapi, saling menghargai dan menghormati, tidak mengejek teman, tidak menggunakan kekerasan, dan berlaku adil. Jika nilai dan norma ini dijalankan dengan baik, maka semua peserta didik akan tahu batasan perilaku mereka. Hal ini penting supaya tidak ada yang merasa berhak memperlakukan orang lain semena-mena, pembatasan dalam bersikap dan prilaku itu penting agar hak-hak orang lain terjaga dan terlindungi.
Norma-norma yang ada tidak sekedar untuk dibaca sewaktu awal masuk sekolah, setelah itu dilupakan begitu saja, norma-norma yang ada harus dipahami, dihayati secara seksama dan di implementasikan tentunya penerapan norma itu butuh contoh nyata dari para guru dan juga dukungan dari orang tua di rumah. Guru yang bisa menjadi teladan, tegas, adil bisa jadi panutan buat murid-muridnya.
Sekolah juga bisa membuat program-program penguatan karakter yang mendukung penerapan norma secara menyenangkan. Misalnya, mengadakan diskusi kelas tentang empati, membuat proyek kelompok tentang anti-bullying, atau menampilkan drama pendek soal pentingnya saling menghargai. Cara-cara kreatif seperti itu bisa membuat siswa lebih sadar dan peduli terhadap temannya.
Disisi lain sekolah juga harus punya sistem yang jelas untuk menangani kasus perundungan bilamana terjadi kasus perundungan, agar kedepannya tidak terjadi lagi kasus perundungan, Penerapan norma ini juga harus dilakukan secara konsisten, sekolah harus rutin mengevaluasi bagaimana situasi di lingkungan sekolah. Apakah peserta didik merasa aman dan nyaman? Apakah guru benar-benar hadir dan terlibat dalam membentuk karakter siswa? Pertanyaan-pertanyaan ini penting untuk memastikan bahwa norma tidak hanya jadi teori atau konsep abstrak.
Jika norma sekolah diterapkan dengan baik, perundungan bisa dicegah sejak awal. Peserta didik akan tumbuh jadi pribadi yang baik, yang mampu menghargai dan mengormati orang lain, saling perduli terhadap sesama. Sekolah akan menjadi tempat yang mendukung tumbuh kembang semua anak, bukan cuma secara akademik, tapi juga secara sosial dan emosional, mari kita sebagai seorang pendidik memberikan contoh-contoh yang baik agar bisa menjadi suri teladan bagi anak-anak generasi penerus bangsa.


Tinggalkan Balasan