PEDULIRAKYAT.CO.ID, MAKASSAR — Aliansi Mahasiswa Sulawesi Selatan (AMS), mengelar aksi unjuk rasa di kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel), Senin, 5 Agustus 2024 kemarin.

Aksi yang dipimpin langsung oleh Jenderal Lapangan Erick, menyoroti terkait dugaan tindak pidana korupsi.

Ada dua kasus dugaan korupsi yang sudah dilaporkan sebelumnya oleh Kerukunan Keluarga Mahasiswa Bulukumba Unismuh (KKMB).

Kasus tersebut diantaranya, dugaan korupsi proyek pembangunan pasar sentral Bulukumba dan dugaan kasus korupsi dana alokasi khusus (DAK) Dinas Pendidikan Bulukumba.

Sementara itu, Jendral lapangan Aliansi Mahasiswa Sulsel, Erick menjelaskan komitmennya untuk terus melakukan investigasi terhadap dugaan korupsi ini.

“Erick menegaskan, bahwa pihaknya bertekad untuk mengungkap fakta-fakta yang ada dan memastikan kasus ini mendapatkan perhatian serta tindakan yang layak dari pihak berwenang,” jelas Erik kepada media.

Adapun beberapa poin tuntutan yang dibawa oleh Aliansi Mahasiswa Sulsel ke Kejaksaan Tinggi Sulsel sebagai berikut:

1. Aliansi Mahasiswa mendesak Kejati Sulawesi Selatan untuk menyelidiki Kepala Dinas Perdagangan Bulukumba terkait temuan pansus DPRD.

2. Aliansi Mahasiswa Sulsel mendesak Kejati Sulsel untuk mengusut secara mendalam kontraktor proyek pasar sentral.
3.Mendesak Kejati Sulsel Untuk segera menetapkan Tersangka kasus dugaan Korupsi dana alokasi khusus Dinas Pendidikan (DAK) 34 M.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (KASI PENKUM) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Soetarni SH, menyampaikan perkembangan terbaru terkait penanganan kasus dugaan korupsi dana alokasi khusus (DAK) pendidikan senilai Rp34 miliar.

Kasus yang diduga melibatkan pengelolaan dana oleh pihak kontraktor di Kabupaten Bulukumba Kejati Sulsel akan lakukan investigasi.

Menurut Soetarni, penanganan kasus ini sudah ditangani oleh bidang tindak pidana khusus Kejati Sulsel.

Diketahui, pada hari ini, Kejati Sulsel telah memerintahkan Kejari Bulukumba untuk segera melakukan langkah-langkah klarifikasi terhadap semua pihak yang terlibat. Meskipun demikian, Kejati Sulsel akan terus memantau perkembangan kasus ini secara intensif.

Juga Dmdiketahui, aksi berlangsung damai namun tegang, Aliansi Mahasiswa Sulsel membubarkan diri secara damai di kantor Kejati Sulsel.

Stay connect With Us :