PEDULIRAKYAT.CO.ID, BULUKUMBA — Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UMB) melaksanakan Syawalan, berlangsung di Auditorium K.H. Ahmad Dahlan Kampus 2 UMB, Senin (6/5/2024).
Kegiatan ini, mengusung tema “Taburkan Maaf, Sucikan Hati dalam Indahnya Kebersamaan, dan Keragaman Silaturahmi”.
Diketahui, acara ini dihadiri oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bulukumba, Pimpinan Daerah Aisyiah, Camat Gantarang, Lurah Mariorennu, perwakilan dari Koramil dan Polsek Gantarang, pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah se-kabupaten Bulukumba, Ortom-Ortom Muhammadiyah, Ormawa, dan seluruh civitas akademika UM Bulukumba.
Diawali dengan sambutan dari Rektor UM Bulukumba, Dr. H. Jumase Basra, M.Si, kedua dari Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulsel, Dr. KH. Mawardi Pewangi, M.Pd.I dan selanjutnya di isi dengan penceramah oleh bapak Ustadz Andi Maddolangeng, S.Ag.
Jumase dalam sambutannya menyampaikan, bahwa acara ini menjadi momentum silaturahmi keluarga besar UM Bulukumba dan persyarikatan. Dalam kesempatan ini, ia juga mengucapkan maaf atas segala ucapan atau tindakan yang kurang berkenan dengan relasi kerja di lingkungan UM Bulukumba.
“Kami atas nama pimpinan UM Bulukumba di dalam kesempatan yang berbahagia ini mengucapkan maaf jika terdapat tutur kata yang menyinggung perasaan, tindakan yang kurang berkenan baik yang disengaja maupun tidak disengaja,” ungkap Jumase Basra sesuai dalam keterangannya kepada redaksi pedulirakyat.co.id.
Ia juga memberikan ucapan terima kasih kepada seluruh civitas akademika UM Bulukumba atas kerja sama yang telah terjalin dengan kompak dan dirajut dalam suasana kekeluargaan. Ia berharap, hal semacam ini menjadi kesempatan untuk saling memaafkan dan bersama-sama kembali ke fitrah.
“Dengan pertemuan hari ini, kita bisa menapak ke depan untuk kemajuan persyarikatan Muhammadiyah khususnya UM Bulukumba itu sendiri. Kita dapat mempererat tali persaudaraan untuk kembali bekerja dengan semangat yang baru, dengan suasana yang positif dan rasa kekeluargaan untuk menghasilkan karya-karya yang lebih baik,” harap Jumase.
Selain itu, Wakil Mawardi Pewangi berpesan, bahwa harus menjaga citra, yaitu citra Muhammadiyah, citra Islam, dan citra Persyarikatan.
“Agar amal usaha maju dan berkembang di UM Bulukumba, kita harus menjaga citra Muhammadiyah, citra Islam, citra Persyarikatan, dan citra UM Bulukumba itu sendiri,” imbaunya KH. Mawardi Pewangi.
Adapun hikmah ceramah yang disampaikan oleh Ustadz Andi Maddolangeng, bahwa jangan berkecil hati jika dicerca dan difitnah karena itu adalah rezeki dari Allah SWT.
“Ta’muruna bilma’ruf waTanhauna ‘anilmungkar, mengajak dalam kebaikan, dan mencegah dalam kemungkaran. Jadilah seperti lebah dimanapun berada yang selalu memberi manfaat,” ungkap Ustadz Andi Maddolangeng.


Tinggalkan Balasan