PEDULIRAKYAT.CO.ID, BULUKUMBA — Balantieng, sebuah daerah yang kaya akan sumber daya alam, kini tengah mengalami masalah serius akibat kegiatan penambangan yang dilakukan di sungai setempat. Penambangan tersebut telah menyebabkan pengrusakan lingkungan, pencemaran air, dan pengerusakan tata sungai, serta berdampak luar biasa terhadap masyarakat sekitar.

Kegiatan penambangan yang sedang berlangsung di wilayah Balantieng telah meninggalkan bekas yang mendalam. Masyarakat setempat tidak hanya merasa cemas, tetapi juga merasakan dampak negatif yang signifikan. Ketua Fraksi PPP DPRD Bulukumba, Andi Pangeran Hakim, mengungkapkan keprihatinannya terkait tambang golongan C yang beroperasi di Balantieng. Lebar sungai kini makin lebar akibat tambang ilegal ini yang tidak memiliki izin resmi.

“Salah satu dampak yang paling merugikan adalah kerusakan pada saluran irigasi. Jika saluran irigasi tersebut rusak, tiga desa penting (Balong, Garanta, dan Manjalling)akan kehilangan akses air yang diperlukan untuk menggarap sawah. Hal ini mengancam mata pencaharian utama masyarakat yang bergantung pada pertanian,” kata Andi Pangerang, Jumat (25/8/2023).

Andi Pangeran menghimbau agar pemerintah provinsi agar memberikan anggaran untuk mengatasi situasi ini. Ia mengajukan ide pembangunan bendung irigasi sebagai solusi dalam APBD pokok tahun 2023 atau APBD perubahan tahun 2024. Dengan adanya bendungan, air yang terkumpul dapat dialirkan dengan lebih teratur dan dapat dimanfaatkan untuk mengairi lahan pertanian, sehingga mengurangi dampak buruk dari penambangan.

“Saya menegaskan bahwa pentingnya keterlibatan pemerintah dalam menghadapi masalah ini. Ia berharap pemerintah provinsi dan kabupaten tidak mengabaikan keberadaan tambang golongan C di Balantieng. Diperlukan langkah-langkah pengawasan yang lebih ketat serta tindakan penegakan hukum terhadap penambang ilegal,” tegasnya.

Lebih lanjut, Andi Pangeran juga berbicara tentang cara penambangan yang lebih berkelanjutan. Ia mengajak masyarakat untuk kembali kepada cara tradisional dalam melakukan penambangan, tanpa menggunakan alat berat yang dapat merusak lingkungan dengan cepat. Ia mengingatkan bahwa penggunaan eskavator dan alat berat lainnya dapat memperburuk situasi.

“Situasi di Balantieng adalah contoh nyata dari bagaimana kegiatan penambangan yang tidak terkendali dapat merusak lingkungan dan menyebabkan penderitaan pada masyarakat setempat. Tentunya ini diperlukan kerjasama dari berbagai pihak pemerintah, masyarakat, dan penambang untuk mencari solusi yang berkelanjutan dan menjaga keseimbangan antara pengembangan ekonomi dan perlindungan lingkungan,” tutupnya.

Stay connect With Us :