PEDULIRAKYAT.CO.ID, GOWA — Tim Pengabdian Kolaborasi Nasional Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar Menggelar Workshop Pengembangan Bahan Ajar untuk meningkatkan Pedagogi Guru khususnya di SD Negeri Taeng, Kabupaten Gowa, Kamis (6/10/2022).
Kegiatan pengabdian ini dihadiri oleh Kepala Sekolah, Seluruh Guru dan mahasiswa Kampus Mengajar/MBKM.
Kegiatan PKN ini merupakan Hibah dari Universitas Muhammadiyah Makassar yang diselenggarakan setiap tahunnya, Ketua TIM Maria Ulviani, dan anggota TIM Kabar Avicenna, Hilda Hafidz, S.Pd., M.Pd. dan Mahasiswa FKIP.
Sebagai Ketua TIM Pengabdian Maria Ulviani dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan semua guru dapat memberikan model pembelajaran pasca pandemi covid 19.
“Kami berharap semoga Guru harus mampu mengembangkan metode pembelajaran inovasi setiap saat,” ungkapnya.
Maria Ulviani menyampaikan bahwa tidak ada usaha yang sempurna, namun yang terpenting setelah itu adalah bagaimana semua pihak merefleksikan dan menigkatkan metode pembelajaran pasca Covid-19 ini.
Lalu bagaimana, lanjut Ulva, bahwa cara menjadi guru inovatif di masa pasca Cavid-19 ini? Pembelajaran inovatif dapat dilakukan dengan cara guru menjadi tutor jarak jauh yang memfungsikan kerjasama antara guru tutor dan orang tua. Sebagai tutor pengganti guru di sekolah yang membantu perkembangan belajar daring siswa di rumh dan yang terpenting komunukasi guru, siswa, dan yang terpenting orang tua siswa harus benar-benar terjalin denga baik, sesuai dengan pendapat pak Nadim Makarim.
“Inilah saatnya guru dan orang tua melakukan banyak tanya, banyak coba, dan banyak karya. Akhirnya bapak memahami bahwa peran strategis guru tidak tergantikan,” jelas Ulva.
Tujuan pengabdian ini adalah;
(1), Meningkatkan kompetensi Pedagogi guru SD Negeri Taeng kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa melalui pelatihan model-model pembelajaran;
(2), Mempertemukan guru, siswa, dan orang tua siwa guna mengetahui permaslahan peserta didik.
Lanjut Ulva, bahwa pada pelaksanaan program metode pendekatan yang ditawarkan adalah pendekatan partisipatori. Dalam artian tim pengabdian dan mitra secara proaktif terlibat dalam setiap kegiatan.
“Selain itu, kita juga menggunakan pendekata sosial dalam memecahkan permasalahan pokok yang dihadapi guru,” tutupnya Ulva.
Diketahui, kegiatan ini adalah penyelenggara inservice berupa pelatihan dan pendampingan.


Tinggalkan Balasan