PEDULIRAKYAT.CO.ID, BULUKUMBA — Kurnia Relawan Sosial Mandiri (RSM) keluhkan pelayanan RSUD Andi Sultan Daeng Radja Bulukumba, ia menyampaikan bahwa di foto ini adalah pak Syamsir. Warga kelurahan Ela-ela, kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba.
“Yang baru tadi pagi, Sabtu 28 Mei 2022 dibolehkan pulang ke rumah setelah beberapa hari dirawat di RSUD Bulukumba. Namun, saat hari belum juga berganti, tubuh rentanya terpaksa kembali dilarikan ke RSUD Bulukumba karena muntah darah yang terus terjadi,” ujarnya.
Selain pak Syamsir, kata Kurnia, rekan relawan dari Relawan Sosial Mandiri juga baru tadi, ba’da salat magrib, mengantar pak Badar pulang ke rumah. Pak Badar merupakan warga Kelurahan Terang-terang, Kcamatan Ujung Bulu.
“Perlu saya sampaikan bahwa pak Badar dirawat intensijf selama kurang lebih sepekan di RSUD Bulukumba. Perutnya membuncit dan teraba seperti balon terisi air. Dokter sudah mendiagnosa,” kata Kurnia.
“Tapi bukannya mendapat penanganan yang lebih menunjang demi kesembuhannya, Badar malah dipulangkan dalam kondisi perut yang masih saja membuncit. Seperti tak ada perubahan,” tambahnya.
Masih dikatakan Kurnia, bahwa kemarin lalu, Jumat 27 Mei 2022. Waktu ba’da isa, teman relawan yang sama juga mengantar pasien dampingan RSM yang bernama pak Harianto.
“Pak Harianto, yang merupakan warga Desa Gattareng, Kecamatan Gantarang masuk ke RSUD Bulukumba, dengan keluhan perut buncit dan edem (bengkak) pada kaki, tangan, wajanya bahkan pada alat genetalnya. Namun setelah beberapa pekan berada di ruang perawatan seruni 8, bukan sehat yang didapat. Malah pak Hari dibolehkan pulang tanpa merasa sembuh sedikit pun. Bukankah rumah sakit tempat semua orang sakit dan mendapat kesembuhan,” kata Kurnia.
“Saya menjelaskan sesuai apa yg saya lihat dan rasakan. Tidak ada maksud dan tujuanku untuk menjatuhkan nama besar RS Bulukumba. Kami masyarakat biasa hanya mengharapkan pelayanan yang prima dan merata. Tanpa dibeda-bedakan status ekonominya,” tutupnya.

Sementara itu, Ilham Ashari selaku Dewan Pengawas (Dewas) RSUD Andi Sultan Daeng Bulukumba mengaku bahwa baru saja dia tahu informasi soal kejadian terhadap pasien tersebut.
“Maaf kami dari dewas baru tau kejadian ini. Insya Allah saya langsung turun mencari tau informasi dan segera menindaklanjuti kejadian ini. Kemudian terkait layanan medis yang dikeluhkan oleh keluarga pasien kami akan segera berkordinasi dengan humas, nanti humas yang berkordinasi dengan para komite-komite yang ada di RSUD,” jelas Ilham, Senin (30/5/2022).
Selain itu, Andi Ayatullah selaku humas RSUD Andi Sultan Daeng Radja menyampaikan, bahwa pak Syamsir pasien Paru sudah dirawat beberapa hari di Rumah Sakit. Sejak ditangani di IGD pasien tidak pernah batuk darah, sehingga diizinkan pulang oleh dokter paru
“Perlu kami sampaikan bahwa Sabtu pagi diizinkan pulang oleh dokter paru, namun sorenya di rumah katanya batuk ada keluar darah maka dibawa lagi ke IGD, diobservasi di IGD dan terapi dari dokter paru. Saat ini pasien Syamsir sudah kembali ke rumah atas persetujuan dokter,” ujar Andi Ayatullah sapaan akrabnya Ulla itu.
Lanjut Ulla, bahwa adapun pasien lainnya Badar dan Harianto juga sudah dibolehkan pulang oleh dokter karena keadaan sudah membaik dan sudah bisa rawat jalan untuk lanjut pengobatan ascitesnya.
“Secara umum saya sampaikan bahwa seluruh tindakan dokter sesuai dengan praktek klinis. Apakah itu pilihannya rawat inap atau rawat jalan (kontrol) semua berdasarkan pertimbangan klinis dari dokter, meski keluarga pasien atau orang awam menilai belum ada perubahan,” tambahnya.
Untuk mengetahui, kata A Ulla, secara obyektif kondisi pasien harus dari informasi dokter yang menangani. Bukan dari orang lain yang hanya menduga duga, apalagi jika penyakit pasien sudah kronik atau sudah lama diderita. Informasi terkait penyakit pasien juga tidak serta merta harus disampaikan ke publik, karena masuk kategori informasi rahasia yang hanya dapat diberikan kepada pasien atau keluarga tertentu.
“Intinya bahwa kebijakan dokter membolehkan pasien pulang ke rumah itu berdasarkan pertimbangan klinis. Sehingga postingan saudari Kurnia itu seakan-akan mempertanyakan kredibilitas dokter RSUD, sedangkan yang bersangkutan bukan ahli dalam menilai urusan klinis pasien tersebut,” tutupnya.
Kemudian terakhir, saat dikonfirmasi Direktur RSUD Andi Sultan Daeng Radja Bulukumba dr. Rizal, dia tidak berkomentar hanya mengarahkan konfirmasi ke humas A Ulla.


Tinggalkan Balasan