PEDULIRAKYAT.CO.ID, JAKARTA — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) mengeluarkan pernyataan sikap secara resmi melalui surat nomor 146/A–1/2021 terkait konflik Palestina dan Israel yang kian memanas pada Selasa (18/5/2021).
Konflik Israel-Palestina kembali meletus di jalur Gaza. Bermula dari penggusuran yang dilakukan Israel di distrik Shekh Jarrah, massa Palestina melakukan aksi di Masjidil Aqsha.
Hal ini membuat polisi Israel menembakkan peluru karet dan granat kejut kepada massa aksi Palestina. Bentrokan yang tak seimbang pun terjadi. Hamas menembakan roket ke Israel. Sebagian besar roketnya berhasil dihalau iron dome Israel. Sementara itu Israel melancarkan serangan udara dan meluluhlantakkan jalur Gaza.
Sedikitnya 192 orang, termasuk 58 anak-anak dan 34 wanita dilaporkan tewas di Jalur Gaza dalam sepekan terakhir. Lebih dari 1.200 lainnya terluka dan di Tepi Barat yang diduduki, pasukan Israel telah menewaskan sedikitnya 13 warga Palestina.
Sementara itu, Israel melaporkan 10 orang tewas, termasuk dua anak-anak.
Konflik Israel-Palestina berawal dari pencaplokan tanah Palestina oleh Israel melalui perantara kolonial Inggris. Setelah berhasil mendirikan negara, Israel berhasil memenangkan perang melawan negara-negara Arab.
Hal itu membuat daerah kekuasaan Israel semakin luas dan Palestina semakin kecil. Sampai saat ini Israel terus memperluas wilayah pemukimannya yang merupakan contoh nyata kezaliman yang dilakukan
Israel.
Sehubungan dengan konflik yang terjadi beberapa waktu ini, dan konflik Palestina Israel yang telah beberapa dekade terjadi, maka Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah mengeluarkan
pernyataan sikap sebagai berikut:
1. Mengecam keras tindak kekerasan yang dilakukan oleh polisi dan tentara Israel terhadap umat Islam yang melakukan aksi menyampaikan aspirasinya melawan penjajahan zionisme. Aksi yang dilakukan
umat Islam disebabkan oleh agresi yang selama ini dilakukan oleh Israel di jalur Gaza dan tepi barat.
2. Mendesak pemimpin-pemimpin negara Muslim termasuk Indonesia di dalamnya untuk bersatu melawan kekejaman Israel melalui jalur diplomatik. Pemimpin-pemimpin negara Muslim juga harus berani mengecam negara adidaya yang selama ini selalu melindungi Israel, yakni Amerika Serikat.
3. Mendesak PBB untuk mencabut hak veto Amerika Serikat karena sudah berulang kali hak tersebut digunakan untuk melindungi Israel.
4. Mengajak kepada seluruh umat Islam termasuk di dalamnya kader IMM se-Indonesia untuk menggalang gerakan/aksi solidaritas penolakan penjajahan Israel terhadap Palestina berupa aksi massa maupun penggalangan dana untuk kemanusiaan dan menyalurkannya melalui lembaga amal terpercaya.
5. Mengajak kepada seluruh elemen bangsa lintas agama agar memahami bahwa konflik Israel Palestina merupakan isu kemanusiaan bukan isu agama. Karena itu penolakan terhadap penjajahan Israel tidak datang hanya dari kaum muslim, namun datang juga dari berbagai kelompok agama dan ideologi lainnya.
DPP IMM juga menghimbau agar pernyataan sikap tersebut, dapat ditindaklanjuti oleh kader IMM se-Indonesia dan pemangku kepentingan terkait sebagaimana mestinya. (PRELI/RedaksiPeduli).


Tinggalkan Balasan